banner 468x60

Ketua Takmir Masjid Jogokariyan, Menginginkan Kondisi di Yogyakarta Tetap Kondusif setelah kericuhan

banner 160x600
banner 468x60

KABAR21NEWS, Jogjakarta -Muhammad Fanni Rahman, Ketua Takmir Masjid Jogokariyan, menginginkan kondisi di Yogyakarta tetap kondusif setelah kericuhan kelompok yang diduga pendukung Jokowi di depan masjid pada Minggu (27/1). Dia meminta dalang kericuhan segera minta maaf. “Poinnya ya tadi mereka (massa) minta maaf diwakili Pak Juni (Junianto, Ketua DPC PDIP Mantrijeron) itu, kemudian Pak Juni menghadirkan tokoh penggeraknya, Kris Kelinci, minta maaf ke jemaah masjid yang diwakili saya. Bisa di kantor kecamatan atau di polsek,” kata Fanni saat ditemui di Masjid Jogokariyan, Senin (28/1/2019). Fanni mengatakan bahwa setelah kericuhan, polisi melakukan mediasi di kantor kecamatan. Di situ, Junianto sempat meminta maaf. Dari kesepakatan tertulis bermaterai juga disepakati agar dalang kericuhan tersebut minta maaf.

“Yang saya tahu ini serangan karena spontan gitu. Makanya kami kesepakatan minta dua hal. Kesepakatan damai ini juga sensitif, berbeda kejadian yang lain. Kami juga tidak mau dibawa urusan politik,” katanya. Fanni mengatakan, warga dan remaja-remaja Jogokariyan sudah mengetahui pelaku kericuhan itu. “Kalau teman-teman kemarin katanya Kris Kelinci. Kalau sudah minta maaf, selesai. Situasi politik seperti ini harus ya kondusif,” katanya. Fanni pun menjamin tidak ada aksi balas dendam. Pihaknya sepenuhnya mempercayakan kasus ini kepada kepolisian. Ricuh di depan Masjid Jogokariyan pada Minggu (27/1) sore ini ramai diperbincangkan. Menurut keterangan polisi, massa bergerak usai deklarasi dukungan ke Jokowi - Ma'ruf di Stadion Mandala Krida. Kemudian saat massa melintas di depan masjid, terjadi kericuhan dengan pemuda setempat. Hingga akhirnya didamaikan polisi dan Muspika. Masjid Jogokariyan merupakan masjid bersejarah yang diresmikian oleh ketua Muhammadiya Kota Yogya pada tahun 1967.Masjid yang berdiri di Kampung Jogokariyan ini merupakan masjid percontohan nasional, yang melibatkan masyarakat sekitar untuk menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas.

Editor: Nanang Prasetyo

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Ketua Takmir Masjid Jogokariyan, Menginginkan Kondisi di Yogyakarta Tetap Kondusif setelah kericuhan"