banner 468x60

Pemkot Semarang Bentuk Gugus Tugas COVID – 19

banner 160x600
banner 468x60

 

Kabar21News, Semarang - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang membentuk gugus tugas mengantisipasi penyebaran virus corona (covid-19). Gugus tugas ini akan terus memastikan masyarakat Kota Semarang mendapatkan pelayanan yang baik, cepat, dan nyaman terkait isu corona. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menuturkan, gugus tugas ini akan bekerja mulai Minggu (15/3/2020) ini. Sosialisasi kepada masyarakat terkait virus corona harus terus dilakukan.

Gugus tugas akan meminta kepada pemerintah kecamatan untuk melakukan pendataan warga yang punya histori perjalanan ke luar negeri atau wilayah yang pernah terjangkit virus corona. "Salah satu tugas dari satuan gugus tugas adalah koordinasi dan melakukan history tracking. Sifatnya rahasia supaya warga tidak panik.

Mereka kami pantau dan awasi supaya tidak ada indikasi penyebaran yang tidak terkontrol," paparnya saat press conference di Balai Kota Semarang, Minggu siang. Dikatakan Hendi, sapaan akrabnya, Semarang belum sampai status luar biasa (SLB). Pihaknya meminta masyarakat melaksanakan aktivitas seperti biasa. "Hanya kata kuncinya meminimalkan mereka berinteraksi secara langsung.

Kami waspada tapi kami harap masyarakat tidak panik yang kemudian menutup semua aktivitas. Kami ingin kota ini bisa berjalan seperti biasa dalam kondisi normal," kata Hendi. Mengantisipasi penyebaran virus corona, Pemkot Semarang juga meminta siswa TK, SD, SMP untuk belajar di rumah mulai 16 hingga 29 Maret 2020.

Namun, guru dan tenaga kependidikan tetap masuk melakukan pembersihan sekolah. "Bangku, meja, papan tulis, dan tempat yang sering dipegang anak-anak, dibersihkan memakai byclin dicampur air dengan perbandingan 1:9," katanya Berikutnya, Pemkot juga meminta masyarakat yang bergerak di sektor pariwisata seperti mal, hotel atau tempat wisata agar menyiapkan handsanitizer dan menempatkan petugas untuk mengukur suhu tubuh pengunjung atau pelanggan.

Pemerintah Kota Semarang juga menyepakati penundaan atau pembatasan kegiatan yang sifatnya menghadirkan kerumunan. Car Free Day sudah diberhentikan sementara. Semarang Night Carnival yang seharusnya digelar pada 30 Maeet 2020 ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Untuk bidang transportasi, Pemkot Semarang meminta bus Trans Semarang agar dibersihkan sebelum dan sesudah beroperasi.

Kebijakan serupa juga berlaku bagi kendaraan umum milik pribadi atau swasta. "Gantungan tangan, pegangan pintu, dan kursi harus selalu dibersihkan," sebutnya. Pihak perbankan juga diminta menyediakan hand sanitizer di dalam ATM. Begitu juga perkantoran yang menerapkan presensi karyawan menggunakan finger print diminta untuk menyediakan hand sanitizer. (DW)

 

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Pemkot Semarang Bentuk Gugus Tugas COVID – 19"