banner 468x60

Tabungan Warga Garut Amblas Setelah Gunakan VPN

banner 160x600
banner 468x60

Kabar21News -Pasca Aksi Damai 22 Mei Pemerintah melakukan Upaya Pembatasan media sosial yang membuat akses warga untuk berselancar di internet terganggu, sehinggabanyak dari mereka yang memanfaatkan Virtual Private Network (VPN) agar lancar mengakses media sosial

Sayangnya, penggunaan VPN ini malah merugikan oleh penggunanya sendiri.

Salah satunya dirasakan oleh Mimin (34), warga jalan Ciledug, Kecamatan Garut Kota.

Uang di rekening miliknya ludes setelah Mimin menggunakan VPN di ponselnya.

Mengutip dari TribunJabar"Di HP memang ada aplikasi m-banking."

"Waktu whatsapp down, saya disaranin download VPN sama teman."

"Ya saya instal saja biar bisa lancar pakai WA," kata Mimin, Jumat (24/5/2019).

Dirinya baru menyadari jika uang di rekeningnya ludes saat hendak memeriksa saldo.

Uang Rp 2,7 juta di tabungannya hilang.

"Padahal saya tidak transaksi di m-banking. Hanya cek saldo saja. Tapi pas dicek sudah kosong uangnya," katanya.

Mimin pun bergegas ke bank untuk menanyakan masalah tersebut.

Di sana, Mimin diberitahu jika dirinya adalah orang ketujuh yang melaporkan hal serupa.

"Kasusnya sama pakai VPN terus buka m-banking."

"Saldonya sampai habis," ucapnya.

Lantas, apa saja sih efek negatif dari penggunaan VPN?

Simak ulasannya di bawah ini:

1. Iklan Tertarget

Mengutip dari Kompas.com, analis media sosial, Ismail Fahmi menjelaskan, akibat yang paling sering terjadi ketika server VPN tahu kebiasaan pengguna adalah jejak iklan sang pengguna.

Jejak tersebut bisa dijadikan iklan yang lebih sesuai target.

Ismail mencontohkan, jika pengguna terus mengakses sejumlah situs yang berbeda, hal ini membuat server VPN mengenali kesukaan serta kebiasaan pengguna yang kemudian dimanfaatkan situsnya sebagai iklan.

2. Virus atau malware

Ismail menambahkan, akses VPN juga bisa membuat gadget penggunanya terkena virus malware yang dijangkit melalui situs tertentu.

"Kadang-kadang dia bisa juga membelokkan ke halaman A, tapi sama server VPN-nya dibelokkan ke halaman B dulu."

"Nah kalau di halaman B itu ada yang kita klik dan halaman itu sudah dikasih virus trojan itu akan terinstal di ponsel kita," ujar Ismail Fahmi.

Menularnya trojan ini juga menjadi dampak buruk bagi pemilik ponsel.

Menurut Ismail, adanya trojan dalam ponsel bisa dikendalikan oleh si pembuat virus.

Pembuat virus bisa leluasa merekam apa pun yang kita ketik, termasuk kode password.

3. Pencurian Data

Mengutip dari Tribuntechno, penggunaan layanan VPN untuk menembus pembatasan akses pemerintah berpotensi terjadi pencurian data pengguna.

Risiko tersebut akan bertambah besar bila menggunakan VPN yang tidak dipercaya.

Data yang dicuri bisa meliputi nama pengguna, alamat, username, password, dan data penting lainnya.

Penjualan data tersebut salah satunya akan digunakan untuk menaruh iklan di ponsel atau komputer pengguna.

4. Kebocoran Alamat IP

VPN merupakan sebuah 'terowongan rahasia' yang digunakan untuk sampai ke tujuan, yaitu internet.

Namun, sejumlah layanan VPN memiliki jalur rahasia yang mempunyai banyak lubang.

Lubang tersebut memperbesar kemungkinan untuk pencurian data hingga kebocoran alamat IP.

Kebocoran alamat IP bisa saja digunakan oleh orang tak bertanggung jawab untuk meretas dan mencuri data si pengguna VPN.

5. Risiko Serangan Man in The Middle

Beberapa layanan VPN dapat berpotensi melancarkan serangan Man in the Middle.

Man in the Middle adalah serangan terhadap sebuah sistem perangkat yang salah berkomunikasi satu dengan yang lainnya.

Sementara sang penyerang berada di tengah jalur komunikasi tersebut untuk membaca, membajak, dan mencuri data bahkan hingga menyisipkan malware. 

Editor: Gilang Putra Pratama

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Tabungan Warga Garut Amblas Setelah Gunakan VPN"