banner 468x60

Bahayanya Sertifikat Elektronik, karena Tehnologi Elektronik Rentan Di Hack

banner 160x600
banner 468x60

Kabar21News, -Sertifikat tanah elektronik dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dinilai memiliki beberapa risiko. Karena BPN akan menarik sertifikat tanah asli untuk diganti versi digital.

"Sebenarnya sertifikat asli tetap harus dipegang pemilik. Selama ini yang asli dipegang pemilik saja banyak yang palsu apalagi tidak dipegang," ujar Pengamat IT Heru Sutadi menilai inovasi, saat dihubungi Wartawan, di Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Karena itu, dia juga mengingatkan agar BPN harus mau mengembangkan teknologi blockchain. Jadi sertifikat didukung data elektronik dan tidak bisa diubah sembarangan.

"Sekarang ini banyak masalah karena antara data di BPN dan di lapangan berbeda. Juga banyak tanah yang tidak ada sertifikatnya. Justru ini yang harus diperbaiki," jelasnya.

BPN menyatakan untuk bisa mewujudkan sertifikat elektronik ini instasi terkait harus membuat validasi terlebih dahulu dengan sertifikat tanah sebelumnya. Baik itu dari sisi data, ukuran tanah dan sebagainya. Setelah validasi selesai dan tuntas, barulah sertifikat tanah bisa berganti dengan sertifikat elektronik.

Tapi ternyata sertifikat tanah asli yang dipunyai oleh setiap orang, nantinya tidak lagi tersimpan rapi di rumah. Tetapi wajib diserahkan ke pemerintah, dalam hal ini adalah Badan Pertanahan Nasional.

Comments
Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Bahayanya Sertifikat Elektronik, karena Tehnologi Elektronik Rentan Di Hack"