banner 468x60

Badai Matahari Tak Begitu Membahayakan

No comment 391 views
banner 160x600
banner 468x60


KABAR21NEWS, -Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin menerangkan jika badai matahari yang terjadi hari ini tidak berbahaya karena kekuatannya lemah, Space Weather Prediciton Center (SWPC) melacak badai geomagnetik yang menyambangi Bumi. (17/05)

Disamping itu, ia juga mengatakan jika tak ada dampak signifikan dari badai matahari yang menyambangi Bumi. Sebaliknya, justru dampak matahari memberi pemandangan indah di langit Kutub Utara dan Amerika.

"Tidak berdampak karena semuanya dalam kekuatan tenang karena hanya tipe kelas C. Kecuali keindahan aurora yang diharapkan terlihat di wilayah dekat kutub," terang Thomas kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Jumat (17/5).

Senada, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam cuitannya juga menegaskan badai geomagnetik tidak memberikan dampak signifikan bagi Indonesia. Badai ini terpantau telah terjadi sejak Kamis (16/5).

Pemandangan aurora yang indah sebagai dampak terjadinya badai matahari terlihat di langit Amerikamulai Sabtu (18/5) dini hari di Montana, Dakota Utara dan Minnesota. Pemandangan serupa diprediksi bakal terlihat di Rusia bagian tengah, Finlandia, Swedia dan Norwegia, serta Skotlandia bagian paling utara.

Mengutip Cnet, kendati tidak berbahaya namun badai matahari berpotensi mengganggu navigasi lintang tinggi, termasuk pengoperasioan roket, sistem satelit, hingga akurasi GPS (global positioning system).

Badai matahari sebenarnya sebuah peristiwa alam yang normal terjadi. Peristiwa ini terjadi karena ada aktivitas pelontara massa korona di Matahari akibat adanya interaksi dengan medan magnet hingga mengakibatkan gangguan sementara pada lapisan magnetosfer.

Editor: Gilang Putra Pratama

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Badai Matahari Tak Begitu Membahayakan"