banner 468x60

Kemarau Panjang Membuat Krisis Air Bersih, Puskesmas Buyat Terpaksa Mencuci Alat medis Menggunakan Ini.

banner 160x600
banner 468x60

KABAR21NEWS.COM-, Kemarau Panjang yang melanda negara beriklim tropis indonesia, berpengaruh ke daerah yang tiap tahunya krisis air bersih dikutip dari lensasulut.com, Sejumlah Dokter dan perawat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Buyat, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mengeluhkan terkait minimnya ketersediaan air bersih, (18/10/2018).

Saat disambangi di Puskesmas Buyat,  Sejumlah Dokter dan perawat mengaku sudah sekitar 3 tahun mereka mengalami krisis air bersih sehingga untuk mandi dan mencuci alat-alat medis, terpaksa  harus membeli air mineral botol di salah satu minimarket terdekat.

“Dari tahun 2015 kami sudah mengalami hal ini (krisis air bersih-red). Sebelumnya ada air yang mengalir tapi tidak lama. Sekarang sudah tidak adalagi air yang mengalir. Untuk mencuci alat-alat medis,  terpaksa kami membeli air mineral di Indomaret,” ujar Jesuko Mokoagow.

Dijelaskannya, Puskesmas Buyat ada sumur bor tapi airnya tidak bisa di konsumsi.

“Memang disini (Puskesmas-red) ada sumur bor tapi airnya tidak bisa dipakai karena warnanya coklat dan sangat kotor. Jadi kalau untuk mandi, kami mandi di rumah teman,” terangnya.

Senada dikatakan Dokter Umum, Anti Paputungan. Kata dia minimnya air bersih sangat mempengaruhi bagi pasien yang masuk di Puskesmas Buyat. Sehingga untuk mendapatkan air bersih, setiap hari pihaknya menyediakan sedikitnya 3 gelon air Mineral.

“Untuk cuci alat-alat medis itu cuman beli air mineral gelon di salah satu minimarket terdekat.. Dan setiap hari kami menyediakan sekurang-kurangnya tiga gelon air karena kalau banyak pasien, banyak juga air yang dipakai. Apalagi kalau pasien gigi itu banyak memerlukan air,” bebernya.

Diapun berharap kepada pemerintah melalui instansi terkait agar air bersih di Puskesmas Buyat dapat diperhatikan sebab Puskesmas jauh dari rumah-rumah warga.

Terpisah Sangadi (Kepala Desa-red) Buyat Selatan Husni Modeong, saat dimintai tanggapan mengatakan, terkait air bersih pihaknya sudah merencanakan pada 2019 air bersih sudah masuk di Buyat Selatan.

“Memang bukan hanya di Puskesmas yang mengalami krisis air bersih tapi di Desa Buyat Selatan seluruhnya mengalami hal yang sama,” ujar Modeong, Kamis (18/10/2018).

Sejumlah Dokter dan perawat saat diwawancarai wartawan di Puskesmas Buyat.

“Dan untuk tahun 2019, kami dari pemerintah desa akan bekerjasama dengan Pamsimas (Penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat) untuk menanggulangi krisis air bersih. Mata air sudah kami survei. Tinggal menunggu sampel kelayakan air tersebut. Kalau hasilnya layak, 2019 air bersih sudah masuk di Desa Buyat Selatan,” tambahnya.

Modeong berharap kerjasama antara Pemerintah Desa dan Pamsimas akan berjalan sesuai yang diharapkan.

“Mudah mudahan apa yang sudah direncanakan oleh Pemerinta Desa Buyat Selatan bisa terwujud agar masyarakat sudah tidak lagi mengalami krisis air bersih sebab kebutuhan air bersih itu sangat penting,” tuntasnya.

Editor; Sutanto

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Kemarau Panjang Membuat Krisis Air Bersih, Puskesmas Buyat Terpaksa Mencuci Alat medis Menggunakan Ini."