banner 468x60

Samuel bersama Simon Bekerja di PT Istaka Karya sejak 13 Oktober 2018 Membangun Ruas Jembatan Jalan Trans Papua di Nduga.

banner 160x600
banner 468x60

KABAR21NEWS, Tenggarong- Samuel Pakidding (39), warga Jalan Tengku Situru RT KM 5 Kelurahan Jahab, Kecamatan Tenggarong, Kukar, merupakan salah satu korban meninggal dunia akibat pembantaian Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Samuel bersama Simon Tandi bekerja di PT Istaka Karya sejak 13 Oktober 2018 membangun ruas jembatan jalan Trans Papua di Nduga.

Agus Ludia Pasak (33), istri korban, sempat syok mendengar kabar suaminya meninggal dunia.

Sosok Efrandi Hutagaol, Korban Pembantaian KKB di Nduga, Baru Menikah dan Siap Bekerja di Mana Saja

Rencananya, jenasah Samuel akan diterbangkan dari Makassar menggunakan Lion Air, Sabtu (8/12) pukul 09.00. Pesawat mendarat sekitar pukul 10.00. Pendeta Ida Arlinda bersama istri akan menerima jenasah di rumah duka.

Pendeta Ida Arlinda merupakan sepupu dari Samuel Pakidding. Ida menuturkan, semula istri korban berat ditinggal suaminya kerja ke Papua, namun demi membiayai ketiga anaknya yang sudah sekolah akhirnya ia rela melepaskannya.

“Anak pertamanya duduk di SMA, anak keduanya di SMP dan anak ketiga kelas 6 SD. Sedangkan anak keempat masih usia 3 tahun,” ujar Ida kepada Tribun kemarin.

Sebelumnya , Samuel bekerja sebagai kuli bangunan dan beternak babi di rumahnya. Ketika ada tawaran dari rekannya untuk membangun jembatan di Papua, ia menerimanya.

“Dari cerita istrinya kepada saya, Samuel sempat menelpon kepada istrinya itu 14 November lalu. Waktu itu ia berada di Wamena mau berangkat ke lokasi kerja. Samuel minta istrinya jangan tidur dulu dan sms-an. Kalau sudah berangkat ke lokasi kerja, baru istrinya boleh tidur,” kata Ida.

Minggu (2/12), istrinya mulai gelisah, apalagi ditambah ada berita di televisi terkait pembantaian pekerja proyek jembatan di Papua.

“Kamis (6/12) kemarin, salah seorang jamaat saya mengabarkan salah seorang korban tewas di Papua adalah Samuel Pakidding. Saya tanya balik ke jamaat itu, sudah lihat jenasahnya? Namun ia tidak menjawab,” tuturnya.

Pihak keluarga korban sempat mau mendirikan tenda di depan rumah, tapi Ida mencegahnya sebelum ada kepastian terkait korban meninggal itu betul-betul Samuel.

“Jumat (7/12) pukul 09.00 tadi pagi, baru kami dikabari langsung oleh Simon Tandi, rekan Samuel, yang telah melihat langsung jenasahnya di Bandara Timika. Pihak perusahaan juga menghubungi kami tadi siang. Baru kami mendirikan tenda di depan rumah duka,” ujarnya.

Ida mengatakan, Simon Tandi lolos dari aksi pembantaian karena saat kejadian, Minggu (2/12) ia diajak bos perusahaannya ke gereja untuk acara pembukanan Natal.

“Para pekerja ini sempat diingatkan bahwa 25 November 2018 mereka semua harus pulang oleh OPM karena bakal ada perang. Lalu tanggal 1 Desember itu OPM akan menggelar upacara kemerdekaan. Para pekerja libur pada tanggal 1 dan 2 Desember. Mereka ada di kamp, hingga kemudian mereka dijemput oleh pasukan KKB dan dibantai,” ujar Ida.

Samuel sempat berjanji akan pulang pada perayaan Natal mendatang. Ia ingin merayakan Natal bersama istri dan keempat anaknya.

“Ia bilang di lokasi kerjanya ada perang dan merayakan ulang tahun kemerdekaan. Sehingga ia bakal libur panjang sekita sebulan hingga Natal nanti,” ucapnya.

Namun harapan merayakan Natal itu pupus karena Samuel menjadi korban pembantaian KKB.

Editor: azhar

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Samuel bersama Simon Bekerja di PT Istaka Karya sejak 13 Oktober 2018 Membangun Ruas Jembatan Jalan Trans Papua di Nduga."