banner 468x60

Polisi Tembak Rekanya Sesama Polisi Di Polsek Cimanggis

banner 160x600
banner 468x60

Situasi di Polsek Cimanggis Pasca Penembakan Bripka Rahmat Efendi oleh Briptu Rangga Tianto (foto: Okezone/Wahyu Muntinanto)

Kabar21News, DEPOK - Kasus polisi tembak rekanya sesama polisi di Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Cimanggis Jalan Raya Bogor, Kota Depok akan memasuki babak baru dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rozi Juliantono mengatakan terdakwa Briptu Rangga Tianto dari Kesatuan Direktorat Polisi Air, Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri terbukti bersalah karena dengan sengaja menembak rekanya sesama anggota polisi Bripka Rahmat Efendi dengan menggunakan senjata api jenis HS 9 miliknya. 

"Terdakwa mengaku jika terdakwa emosi dengan perkataan korban sehingga mencabut senjata api miliknya dan menembakkan ke tubuh korban," ucap Rozi saat dihubungi wartawan, Selasa (29/10/2019).

Dia menuturkan, terkait pasal yang diterapkan, penyidik kepolisian dan jaksa penuntut umum menjerat terdakwa dengan Pasal 340 KUHPidana ancaman hukuman mati.

"Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 KUHPidana ancaman hukumanya mati," ucapnya.

Dari informasi yang diperoleh wartawan, peristiwa itu berawal pada Kamis, 25 Juli 2019 sekitar pukul 20.30 WIB datang keluarga terdakwa yaitu saksi Rheiza Aditya Pratama yang meminta tolong kepada salah satu keluarga dari anggota polri yakni terdakwa Rangga Tianto jika Muhamad Fahrul Zahri tertangkap membawa celurit saat ingin tawuran.

Setelah itu terdakwa Rangga Tianto membawa atau mengambil senjata api jenis HS 9 miliknya yang kemudian diselipkan di sebelah kanan pinggang bagian kanan, dimana sebelumnya senjata tersebut disimpan di atas lemari di kamar tidur.

Selanjutnya terdakwa bergegas pergi keluar menggunakan Sepeda motor terdakwa bersama Reza menuju Polsek Cimanggis. Sekira pukul 20.45 WIB terdakwa sampai di Polsek Cimanggis dan memarkirkan motor di luar depan pintu gerbang Polsek Cimanggis, kemudian terdakwa masuk ke ruang tunggu SPKT Polsek Cimanggis dan saksi Rheiza menunggu diluar Polsek Cimanggis. 

Setelah Terdakwa masuk di ruang tunggu SPKT Polsek Cimanggis tersebut, didalam ruangan tersebut terdakwa melihat dari ruang tunggu SPKT Polsek Cimanggis sudah ada pelaku tawuran Fahrul, saksi Adhi Bowo Saputro kepala SPKAT dan korban Rahmat Efendy di Ruangan SPKT Polsek Cimanggis.

Kemudian terdakwa bertemu dan bersalaman dengan saksi Zulkarnain (Bapak Fahrul) dan saksi Zulkarnain menceritakan terkait peristiwa yang dialami oleh Muhamad Fahrul Zahri yang ditangkap membawa Celurit yang diduga hendak melakukan tawuran.

Terdakwa pun meminta kepada kepala SPKT Ipda Adhi Wibowo agar kasus tawuran yang dilakukan ponakanya tidak diperpanjang dan keluarga akan membina.

Selanjutnya, terdakwa keluar ruang SPKT Polsek Cimanggis dan terdakwa berdiri kemudian berjalan kurang lebih 3 langkah keluar terdakwa mencabut senjata api pistol yang diselipkan dipinggang sebelah kanan terdakwa dan berbalik ke kiri sambil mengokang dan menodongkan senjata api warna hitam dengan genggaman tangan kanan yang bersangkutan mengarahkan senjata api jenis pistol HS 9 warna hitam tersebut ke arah korban Rahmat Efendi.

Setelah itu, terdakwa menembakkan senjata api tersebut sebanyak 7 kali ke arah korban Rahmat Efendi dan seketika juga Rahmat Efendi jatuh ke lantai. Terdakwa langsung diamankan oleh para saksi yang masih menggenggam senjata api di tangan kanannya tersebut kemudian terdakwa dibawa masuk ke dalam ruang Kanit Sabhara yang posisinya berada di depan ruang SPK Polsek Cimanggis.

Bripka Rangga Tianto diamankan di ruangan tersebut dan selanjutnya dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

 

Editor : Fito Ferdiansyah

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Polisi Tembak Rekanya Sesama Polisi Di Polsek Cimanggis"