banner 468x60

Ormas FPI Menyerukan Agar Habib Bahar Bin Smith Untuk Dibebaskan Atas Dugaan Penganiayaan Dua Remaja.

banner 160x600
banner 468x60

KABAR21NEWS, Bandung, -Ratusan massa berkumpul di depan Mapolda Jawa Barat Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Selasa (18/12). Sejumlah ormas Islam berkumpul menyerukan agar Habib Bahar Bin Smith untuk dibebaskan atas dugaan penganiayaan dua remaja.

Orator berapi-api secara bergantian menyuarakan untuk keadilan terhadap Habib Bahar Bin Smith yang kini tengah dipanggil atas kasus dugaan penganiayaan terhadap orang remaja di Polda Jabar. Ratusan masa akan mengawal proses pemeriksaan hingga selesai.

"Kalau saya bilang, Habib Bahar jawab bebaskan," teriak seorang orator di atas bak terbuka di depan Mapolda Jabar, Selasa (18/12).

Seruan 'Habib Bahar Bin Smith, bebaskan' pun terus menerus terdengar. Dibarengi dengan teriakan takbir berkali-kali oleh massa yang berkumpul.

Salah satu ormas yang datang takni Front Pembela Islam (FPI). Kali ini mereka berkumpul bukan karena kepentingan politik, namun menyuarakan untuk melindungi para ulama. Karena sejauh ini, mernurutnya sudah banyak ulama dan kiai yang ditangkap, dipersekusi, dan diadili karena beberapa kasus.

Pantauan JawaPos.com, koordinator ormas bergantian berorasi di depan Mapolda Jabar. Bahkan terdengar mereka berasal dari Bekasi, Garut, dan kota lainnya.

Personel keamanan pun disiapkan dari TNI dan Polri. Terlihat mereka berjaga di depan Mapolda Jabar atau sekitar area orasi massa. Terpasang juga kawat barrier di sekitar lokasi.

"Kalau guru kita tidak bebas (keluar) dari Polda Jabar, kita akan tetap di sini (Mapolda Jabar) hingga malam," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Habib Bahar Bin Smith memenuhi panggilan Polda Jabar atas dugaan kasus penganiayaan terhadap dua remaja yang terjadi di Kampung Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Editor: Sutanto

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Ormas FPI Menyerukan Agar Habib Bahar Bin Smith Untuk Dibebaskan Atas Dugaan Penganiayaan Dua Remaja."