banner 468x60

Menko Polhukam Pimpin Rapat Pengamanan Kunjungan Sekjen PBB dan PM Malaysia ke Sulteng

banner 160x600
banner 468x60

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto memimpin rapat koordinator khusus (rakorsus) yang membahas rencana kunjungan Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad ke lokasi terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Rencana kunjungan Guterres dan Mahathir tersebut dilakukan di sela pertemuan IMF-World Bank 2018 yang digelar di Bali beberapa hari ke depan. "Saya melakukan satu rapat koordinasi karena saat Bali Forum ini kan ada tamu VVIP yang akan berencana untuk mengunjungi daerah bencana di Palu. Di antara lain yang sudah berkehendak ke sana itu dua tokoh. Pertama, Sekjen PBB; dan kedua, Perdana Menteri Malaysia," kata Wiranto di Kantor Kementerian Koordinator Polhukam, Jakarta, Selasa (9/10/2018). 

Rakorsus Kemenko Polhukam terkait rencana kunjungan Guterres dan Mahathir ke Sulteng ini dihadiri Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto. Menurut Wiranto, rapat tersebut dilakukan guna memastikan kelancaran kunjungan dua tokoh internasional itu.

"Tentunya pada saat VVIP ini berkunjung ke Palu perlu kita atur dengan sebaik-baiknya agar perjalanan itu aman, lancar, dan menemukan satu sasaran dalam rangka kunjungan, tidak sembarangan, karena Palu saat ini penerbangannya sedang crowded karena banyak bantuan-bantuan untuk itu," ujar Wiranto.

"Kemudian juga tanggap darurat masih banyak kegiatan di lapangan yang sangat sibuknya, terutama kegiatan alat berat yang terus menerus bekerja di lapangan. Di sela-sela itu kan kita harus menerima tamu ini. Kalau tidak kita atur, nanti kan crowded, makanya kita atur. Di sana host-nya siapa, entry briefing-nya. Penjelasannya itu yang singkat, padat, jelas. Siapa yang memberikan, yang meng-guidance siapa, lalu sasaran yang perlu ditinjau siapa. Kan tidak terus kita bebaskan saja. Jadi, rapat hari ini sudah menyelesaikan pengaturan itu," sambungnya.

Mantan Panglima ABRI ini menuturkan, sampai sekarang baru Guterres dan Mahathir yang berencana melakukan kunjungan. Namun, Wiranto tidak masalah bila ada tokoh internasional lainnya bakal mengunjungi lokasi gempa dan tsunami tersebut.

"Sementara yang minta itu baru dua tokoh ini. Kalau ada lagi ya tidak apa-apa. Namnaya solidaritas, ingin melihat, ingin memberikan satu rasa keprihatinan, ingin mengunjungi di sana," ucap Wiranto.

Sementara Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan bahwa pengamanan tamu VVIP tersebut sudah diatur Kementerian Luar Negeri dan Paspampres. Sedangkan Polri bertugas di lapis pengamanan ring II.

"Secara rinci detail pengamanan pasti tertutup ya berapa, kan itu teknis. Intinya bahwa ring I paspampres. Ring II, rute-rute tertentu yang akan didatangi sudah pasti kita adakan sterilisasi persiapan kemanan semua sehingga rencana kunjungan bisa berjalan lancar," ucap Ari Dono.

Mantan kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri ini menyatakan belum tahu titik mana saja yang akan dikunjungi Sekjen PBB dan PM Malaysia. Tapi biasanya tokoh internasional bakal mendatangi wilayah-wilayah bencana yang menjadi sorotan, seperti Palu, Donggala, dan Sigi.

(han)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Menko Polhukam Pimpin Rapat Pengamanan Kunjungan Sekjen PBB dan PM Malaysia ke Sulteng"