banner 468x60

Kericuhan Pecah Antara Massa Simpatisan PDIP Dengan Warga di Kompleks Markas FPI DIY Jateng, Diduga Antara Kedua Kubu Saling Ejek

banner 160x600
banner 468x60

KABAR21NEWS,  Jogjakarta -Ketua Tim Kampanye Daerah Koalisi Indonesia Kerja (TKD KIK) DIY, Bambang Praswanto, irit bicara terkait kericuhan yang melibatkan simpatisan PDIP dengan warga di Kompleks Markas FPI DIY-Jateng, Minggu (7/4).

Bambang yang juga menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan DIY ini hanya memberikan keterangan singkat. Bahwa TKD KIK DIY dan DPD PDI Perjuangan DIY mendukung sikap Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri, dalam menangani kericuhan tersebut.

"Kami DPD (PDI Perjuangan DIY) + TKD (KIK DIY) mendukung sikap Kapolda DIY," ujar Bambang saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (8/4/2019).

Diberitakan sebelumnya, kericuhan pecah antara massa simpatisan PDIP dengan warga di Kompleks Markas FPI DIY Jateng, tepatnya di Jalan Wates Km 8 Sleman, DIY. Pemicunya disebut polisi karena diduga antara kedua kubu saling ejek.

Simpatisan PDIP milintas di Jalan Wates untuk menghadiri kampanye terbuka 01 di Alun-alun Wates, Kulon Progo. Namun di tengah perjalanan mereka justru bersitegang dengan warga si Kompleks Markas FPI DIY-Jateng hingga terjadi kericuhan.

Terkait insiden ini, Pengurus Pusat (PP) Tentaralangit Familia selaku organisasi sayap PDIP mengeluarkan klarifikasi berisi 11 poin pernyataan. Ketua Umum PP Tentara Langit Familia, Hari, membenarkan klarifikasi itu dikeluarkan organisasinya.

"Itu (klarifikasi) yang membuat dari kita, itu yang membuat dari pengurus Tentara Langit," jelas Budi kepada wartawan. 

Berikut klarifikasi PP Tentara Langit Familia:

KLARIFIKASI PENGURUS PUSAT TENTARALANGIT FAMILIA TERKAIT BENTROKAN DI MARKAS BESAR FPI

1. Bahwasanya Tentaralangit familia pada hari Minggu 7 April 2019 melaksanakan agenda giat mengikuti kampanye terbuka nasional di Alun-alun Wates, sesuai dari arahan DPD PDI PERJUANGAN DIY.

2. Bahwasanya Tentaralangit familia sesuai hasil rapat koordinasi internal Pengurus Pusat, sepakat menentukan titik kumpul di halaman parkir belakang Hotel Jambuluwuk pukul 9.00 WIB, dimana kami sudah diberi ijin oleh pemilik lahan dan sudah berkoordinasi dengan Polsek Pakualaman.

3. Bahwasanya tepat pukul 10.00, rombongan besar Tentaralangit familia, bekekuatan 1800an anggota, mulai berangkat menuju alun-alun Wates, sesuai rute yang sudah ditentukan berdasarkan hasil rapat koordinasi internal, mengambil rute titik kumpul - perempatan bintaran - perempatan Gondomanan - jokteng wetan - jokteng kulon -bugisan - perempatan Patangpuluhan - perempatan Wirobrajan - jalan Wates - alun alun Wates.

4. Bahwasanya rute tersebut sudah dikoordinasikan dengan aparat terkait dimana dalam perjalanan, Tentaralangit familia mendapatkan pengawalan 2 unit mobil polisi, bergantian, dari Polsek Pakualaman dan Polsek Wirobrajan, hingga sampai jalan ring road.

5. Bahwasanya selama perjalanan berangkat, seluruh anggota Tentaralangit familia tertib berlalulintas, menaati rambu-rambu lalulintas, bahkan tidak ada motor belombongan di dalam rombongan kami. (Terbukti selama perjalanan berangkat dan pulang, tidak ada satupun anggota Tentaralangit familia yang terkena razia dari aparat kepolisian).

6. Bahwasanya selepas jalan ring road, tanpa pengawalan lagi dari aparat kepolisian, rombongan besar Tentaralangit familia terus bergerak melanjutkan perjalanan dengan tertib berlalu lintas.

7. Bahwasanya sesampainya di jalan Wates, tepatnya di depan mabes FPI, rombongan Tentaralangit familia terus bergerak menuju alun-alun Wates, sampai saat dimana ada kegaduhan di barisan belakang rombongan.

8. Bahwasanya rombongan depan Tentaralangit familia yang sebelumnya sudah berada sekitar 100 meter melewati mabes FPI, serentak berhenti, lari kebelakang, dan mendapati bahwa barisan belakang rombongan dilempari batu oleh sekelompok massa yang berada di dalam gang mabes FPI, dimana beberapa diantaranya juga mengacung acungkan pedang.

9. Bahwasanya spontan rombongan Tentaralangit familia melawan, sehingga perang batu/aksi lempar batu pun tidak dapat dihindari antara Tentaralangit familia dan massa yg berada di dalam gang mabes FPI. Namun dalam kejadian aksi saling lempar ini, massa Tentaralangit familia tidak merengsek masuk ke dalam gang, tetap bertahan di luar gerbang/portal gang mabes FPI.

10. Bahwasanya aksi saling lempar batu tersebut berlangsung sekitar 30 menit, tidak ada aksi pengrusakan bangunan, dimana 1 mobil Jeep yang kacanya pecah pun awalnya pecah diakibatkan oleh lemparan batu balasan dari massa FPI sendiri, mengingat mobil Jeep tersebut diparkir persis dibelakang gerbang/portal gang mabes FPI.

11. Bahwasanya selepas 30 menit, para pengurus Tentaralangit familia dibantu beberapa aparat polisi dan TNI berhasil mengendalikan keadaan, anggota Tentaralangit familia pun kembali melanjutkan perjalanan menuju alun-alun Wates.

Demikian klarifikasi ini kami buat , demi terciptanya suasana kondusif di kemudian hari, dan meluruskan berita berita hoax yang sudah berkembang sedemikian cepatnya.

Yogyakarta, 7 April 2019

Pengurus Pusat

Tentaralangit Familia.

Editor: Indra

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Kericuhan Pecah Antara Massa Simpatisan PDIP Dengan Warga di Kompleks Markas FPI DIY Jateng, Diduga Antara Kedua Kubu Saling Ejek"