banner 468x60

Sekitar 50 Orang Dari Ormas DSKS Dan LUIS Menggelar Aksi Di Depan Markas Polresta Solo

banner 160x600
banner 468x60

KABAR21NEWS, Solo -Aksi sebagai bentuk dukungan pada Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif kembali digelar di Kota Solo. Rencananya, pada Senin (18/2), Slamet Maarif akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pelanggaran pidana pemilu di Polda Jawa Tengah.

Sekitar 50 orang itu beraksi atas nama ormas Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) dan Laskar Umat Islam Surakarta (Luis).

Juru bicara aksi, Endro Sudarsono, membeberkan bahwa saat ini masih ada perundingan yang alot antara pihak Slamet Maarif dan Polda Jawa Tengah. Pasalnya pendukung pihak Slamet Maarif ingin pemeriksaan dilaksanakan pada hari ini, Sabtu (18/2).

"Namun Polda Jawa Tengah bersikukuh pemeriksaan dilaksanakan besok Senin. Makanya masih ada perundingan yang alot," ucap dia pada  saat ditemui di sela aksi di depan Markas Polresta Solo, Sabtu (16/2) siang.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk dukungan pada Slamet Maarif yang akan menjalani pemeriksaan. "Untuk hari Senin kami belum tahu menggelar aksi atau tidak. Kemungkinan kawan-kawan yang ada di Semarang yang menggelar aksi," ucapnya.

Rencananya aksi ini akan tetap digelar sebagai bentuk pengawalan serta dukungan pada Ketum PA 212 Slamet Maarif. Sebab menurut mereka, Slamet Maarif tidak bersalah.

"Dalam orasinya Kiai Slamet tidak menyebut angka, tidak ada atribut, dan berbagai hal lain yang mendukung adanya kampanye," ucap dia

Di sisi lain, Endro menilai penanganan dari kepolisian dianggap berat sebelah saat ada kasus terhadap pendukung capres Joko Widodo (Jokowi).

Dia mencontohkan kasus pemanggilan Bawaslu pada 31 kepala daerah. Selain itu, penanganan pada kasus Bupati Boyolali juga terkesan terhenti. Adapun Slamet tercatat di jajaran tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi.

"Penanganan kasus pelanggaran kampanye tidak berimbang," ucap dia.

Untuk itu, pihaknya akan memberikan dukungan selama proses hukum Slamet Maarif berjalan. Apalagi tuntutan yang dilayangkan pada Slamet Maarif adalah hukuman penjara selama 2 tahun.

"Kita juga harus melihat, Ahok yang dihukum 2 tahun namun juga tidak selama itu," tandasnya.

Editor: Akbar

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Sekitar 50 Orang Dari Ormas DSKS Dan LUIS Menggelar Aksi Di Depan Markas Polresta Solo"