banner 468x60

Satgas Tinombala Melakukan Lokalisasi, Pagar Betis Terhadap Kelompok Ali Kalora

banner 160x600
banner 468x60

KABAR21NEWS,  jakarta -"Cukup banyak yang disita Satgas Tinombala," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa, 5 Maret 2019.

Dedi membeberkan, sejumlah barang bukti yang ditemukan yakni alat komunikasi, perlengkapan memasak, potongan baju, global positioning system (GPS), dan beberapa dokumen. Selain itu, ditemukan juga beberapa amunisi yang telah dimodifikasi dan dijadikan bom, salah satunya bom lontong.

"Bom-bom lontong ini berbahaya, ciri khas Ali Kalora. Ada juga beberapa amunisi yang ditemukan langsung di lokasi sekitar, tempat kelompok tersebut melakukan aktivitas sehari-hari," ungkapnya.

Jenderal bintang satu itu memastikan Satgas Tinombala terus memburu sisa-sisa kelompok Ali Kalora. Satgas, kata Dedi, telah memetakan potensi lokasi yang disasar kelompok tersebut untuk melarikan diri.

"Satgas Tinombala melakukan lokalisasi, pagar betis agar kelompok tersebut semakin tersudut karena pasokan logistiknya semakin menipis, amunisi semakin berkurang, senjata cuma satu laras panjang, laras pendek cuma dua," jelasnya.

Dia menyakini, Satgas Tinombala dapat segera menangkap kelompok pimpinan Ali Kalora itu dalam waktu dekat. Setiap sel akan dipantau secara komprehensif.

Sementara itu, Asisten bidang Operasi (Asops) Polri Irjen Rudy Sufahriadi menyebut persediaan senjata kelompok MIT terus tergerus. Saat ini MIT hanya menggunakan dua senjata berjenis M16 untuk mempertahankan diri.

"M16 sisa dua, senjata (laras) pendeknya hanya dua revolver," ungkapnya di Jakarta, Senin, 4 Maret 2019.

Celah kelemahan itu akan dimanfaatkan oleh Polri untuk membabat habis kelompok tersebut. Rudy yakin dengan menambah kekuatan, Polri dapat membekuk seluruh anggota kelompok MIT yang tersisa.

"Ali Kalora (pimpinan MIT) sampai saat ini belum tertangkap," ucap dia.

Sementara itu, Rudy mengaku kendala pencarian kelompok MIT adalah masalah klasik. Salah satunya kendala adalah medan yang sulit dan anggota MIT yang kerap berpindah-pindah.

"Mereka lebih menguasai medannya. Sementara satuan yang bertugas itu gantian enam bulan sekali. Ketika baru menguasai medan, dia waktunya terbatas harus berpindah," jelas dia.

Editor: Diko Pratama

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Satgas Tinombala Melakukan Lokalisasi, Pagar Betis Terhadap Kelompok Ali Kalora"