banner 468x60

Edward Rajagukguk Membenarkan Kliennya Diminta Oleh Nusron Wahid Untuk Menyiapkan Amplop-Amplop “serangan fajar”

banner 160x600
banner 468x60

KABAR21NEWS,  jakarta -Pengacara tersangka suap Anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso, Saut Edward Rajagukguk membenarkan kliennya diminta oleh politisi Golkar Nusron Wahid untuk menyiapkan amplop-amplop yang diduga untuk “serangan fajar” pemilu 2019.

“Iya iya iya, bahkan katanya 600 ribu yang menyiapkan Nurwo (Nurson Wahid). Pak Wahid 600 ribu, Pak Bowo 400 ribu amplop,” ujar Saut di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (9/4).

Saut menambahkan bahwa permintaan itu karena diketahui Bowo dan Nusron berasal dari daerah pemilihan (dapil) yang sama. Dua politisi Golkar ini tercatat maju sebagai caleg dalam Dapil Jawa Tengah II.

“Ya supaya banyak yang memilih mereka berdua, karena mereka di dapil yang sama,” ujar Saut menjelaskan.

Bowo Sidik ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pelaksanaan kerja sama pengangkutan bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Dalam kasus ini KPK menemukan 84 kardus yang berisikan sekitar 400 ribu amplop berisi uang itu diduga dipersiapkan oleh Bowo untuk "serangan fajar" pada Pemilu 2019 ini.

Sementara terkait dibubuhkan cap jempol pada sejumlah amplop tersebut, kuasa hukum Bowo ini berdalih bahwa sebagai tanda saja. Katanya untuk memastikan amplop tersebut sampai ke target yang diinginkan.

“Jadi begini, mereka punya pengalaman bahwa amplop itu tidak disampaikan kepada yang bersangkutan, nah untuk menghindari itu dibuat tanda cap jempol,” ujar Saut.

Editor: Arjunaidi

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Edward Rajagukguk Membenarkan Kliennya Diminta Oleh Nusron Wahid Untuk Menyiapkan Amplop-Amplop “serangan fajar”"