banner 468x60

KPU Sumut Melaporkan Beredarnya Video Hoax Pencoblosan Surat Suara

banner 160x600
banner 468x60

KABAR21NEWS,  medan -Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut dan Kota Medan mendatangi Polda Sumut bagian SPKT.

Kedatangan KPU Sumut dan Medan terkait video hoax surat suara yang sudah tercoblos pada calon presiden (capres) dengan nomor urut 01.

"Video itu kita anggap bisa memprovokasi dan menjelekkan nama baik KPU sebagai penyelenggara Pemilu," kata Komisioner Divisi Advokasi dan Hukum KPU Sumut Ira Wartati, Minggu (3/3/2019).

Ia menyatakan video hoax itu diketahui di-posting ke akun Facebook milik Muhammad Adrian dan Kusmana.

Dimana, akunya dalam postingan tersebut, Adrian menambahi keterangan dengan nada provokatif.

"Memang keparat kau KPU di Sumatera Utara, surat suara sudah tercoblos 01 semua?," ujar Ira menyebutkan postingan di akun Facebook milik Adrian.

Sedangkan Kusmana malah menuding, video yang menggambarkan kericuhan terjadi di KPU Kota Medan.

Nyatanya video tersebut adalah kericuhan di Kabupaten Tapanuli Utara, pada Pilkada serentak yang lalu.

"KPU Medan digrebek warga sedang mencoblos surat suara 01. Kecurangan sudah mulai terlihat secara nyata. Keburukan rezim Jokowi dan kualisinya mulai terbongkar. Penguasa bangsat," ujar Kusmana dalam video yang diunggah Sabtu (2/3/2019).

Sampai saat ini, video hoax itu sudah dibagikan ribuan kali. Bahkan oleh akun Kusmana, video diteruskan ke grup facebook 'Insya Allah Prabowo Presidenku 2019-2024 NKRI Harga Mati'.

Ira Wartati menyatakan ini merupakan bentuk penyerangan hoax pertama di KPU Sumut dan Kota Medan.

Masih dikatakan Ira, pihaknya membuat laporan ke polisi dalam hal ini Polda Sumut sebagai bentuk pembelajaran kepada masyarakat agar tidak sembarangan menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya.

"Laporan kita adalah dugaan pencemaran nama baik. Karena dalam video itu kita merasa KPU Sumut telah diciderai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,"ujarnya.

Ia mengaku mengetahui video hoax itu pertama kali diketahui pada Sabtu (2/3/2019) malam.

Karena jika dibiarkan, katanya, video itu semakin melebar dan memberikan persepsi publik. Itu bisa membahayakan KPU sebagai penyelenggara.

"Harapan kita masyarakat melakukan kroscek terlebih dahulu, sebelum menyebarkan informasi. Kita pastikan video itu hoax"katanya.

Sementara itu Ketua KPU Medan Agussyah Damanik menganggap video ini adalah fitnah.

Ia mengatakan KPU Medan sangat kaget mendapat informasi tersebut.

"Kita melaporkan karena salah satu akun menyebut kejadian itu di KPU Medan. Kini kita berharap kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Semoga pelakunya cepat terungkap,"harapnya.

Masih dikatakan Agus, dalam postingan tersebut, KPU dituduh sudah mencoblos surat suara Pilpres. Padahal surat suara untuk Capres belum tiba di Kota Medan.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya Kota Medan agar tidak mudah terpengaruh dengan informasi bohong dan agar tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tidak benar. Mari sama-sama kita jaga kondusifitas kota kita ini dengan bersama-sama kita berpikiran positif,"katanya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menegaskan pihaknya akan menyelidiki kasus serangan hoax ke penyelenggara pemilu.

Tatan juga mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati dengan hoaks yang beredar. Karena ada pidana yang menanti untuk para penyebarnya.

"Akan kita tindaklanjuti laporannya. Kita akan bekerja semaksimal mungkin untuk mengungkap siapa pelaku penyebar hoax itu,"ujarnya.

Karena, kata mantan Wakapolrestabes Medan ini, hoax bisa menyebabkan kepanikan dan berpotensi memancing konflik di tengah masyarakat. Polda Sumut akan mengungkap dan akan melakukan penindakan. Kami tidak main-main,"kata Tatan.

Editor: Rijal

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "KPU Sumut Melaporkan Beredarnya Video Hoax Pencoblosan Surat Suara"