banner 468x60

Terkait Kasus Pengeboman Yang Terjadi Di Medan, Pemerintah Meminta Agar Atribut Dari Ojek Online Tidak Dijual Umum

banner 160x600
banner 468x60

 

Bom Bunuh Diri

Kabar21News, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) angkat suara terkait kasus pengeboman yang terjadi di Medan. Di mana saat perisitiwa terjadi, sang pelaku menggunakan atribut dari GoJek.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, pemerintah meminta agar atribut dari ojek online tidak dijual umum. Karena dijual secara umum, bisa disalah gunakan oleh pihak-pihak tertentu.

“Saya juga akan komunikasi dengan aplikator apakah mungkin penjualan atau pendistribusian (jaket ojol) akan dibatasi ke yang benar-benar berprofesi,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Saat ditanya mengenai kemungkinan sang pelaku salah satu driver dari ojek online, Budi mengaku belum bisa berkomentar. Pasalnya, meskipun menggunakan atribut GoJek belum tentu yang bersangkutan mitra driver ojek Online. Mengingat saat ini atribut ojek online banyak dijual bebas.

“Sekarang kan gini jaket itu bisa di mana-mana dijual bebas juga. Bisa juga itu sebagai bentuk penyamaran dia bahwa seolah-olah dia berprofesi itu dan dia bisa masuk ke mana-mana,” jelasnya.

Budi mengaku, belum mendapat konfirmasi dari pihak aplikator ojek online mengenai kejadian ini. Namun pihaknya akan terus mengupdate informasi mengenai kasus ini.

“Belum (ada laporan dari aplikator), saya justru tahunya dari media,” ucapnya.

Sebagai informasi, seorang pria mengenakan jaket berlogo ojek online meledakkan diri di halaman Mapolrestabes, Medan, Rabu pagi. Pelaku diketahui meninggal di tempat dengan kondisi mengenaskan.

Peristiwa itu menyebabkan enam orang menjadi korban luka ringan. Empat orang merupakan personel Polri, satu orang pekerja PHL, adapun seorang lainnya masyarakat biasa.

 

Editor : Fito Ferdiansyah

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Terkait Kasus Pengeboman Yang Terjadi Di Medan, Pemerintah Meminta Agar Atribut Dari Ojek Online Tidak Dijual Umum"