banner 468x60

Tabloid Indonesia Barokah Itu Masuk Wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta

banner 160x600
banner 468x60

KABAR21NEWS, Jogjakarta -Sebanyak 21 karung berisi 6 ribu eksemplar tabloid Indonesia Barokah ditahan di Kantor Sentral Pengolahan Pos Jogjakarta, Jalan Plemburan, Kabupaten Sleman. Ribuan tabloid itu disinyalir akan dikirim ke masjid dan pondok pesantren di wilayah Jogja.

Koordinator Divisi Hukum Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar mengatakan, pihaknya menerima informasi bila tabloid Indonesia Barokah itu masuk wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) pada Kamis (24/1). Setelah dicek ke Kantor Sentral Pengolahan Pos Jogjakarta ternyata memang benar. Pihaknya langsung mengumpulkan data terkait temuan tabloid kontroversial itu.

"Total yang masuk hari ini ada 21 karung dengan 2.000 bungkus. Isi per bungkus ada 3 eksemplar, jadi total 6 ribuan eksemplar. Sementara ditahan dulu," terangnya ditemui di Kantor Sentral Pengolahan Pos Jogjakarta, Kamis (24/1).

Paket itu tak hanya akan dikirim ke Kabupaten Sleman, Kota Jogjakarta, dan Bantul saja. Tapi ada juga untuk beberapa daerah di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Temanggung dan Klaten.

"Kami sudah mengecek dan ternyata benar sama dengan seperti yang ditemukan di daerah lain. Hasil ini akan kami sampaikan ke Bawaslu DIJ. Karena sifatnya nasonal, maka juga menunggu intruksi Bawaslu RI," ucapnya.

Selain mengecek, pihaknya juga mencatat alamat mana saja yang mendapat kiriman paket ini. Mengenai isi kontennya, ia tak terlalu mendalaminya.

"Saya belum masuk ke wilayah konten. Cuma memang tabloid ini sudah dilaporkan oleh salah satu kubu pasangan calon. Isinya apa tidak tahu, tapi kami diminta mendata dan mengeceknya," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Wakil Kepala Sentral Pengolahan Pos Jogjakarta Mujiyoho menerangkan, paket tabloid itu dikirim dari Jakarta. Paket tiba di Jogja pagi tadi dengan kereta api.

"Kami tidak mencurigai kiriman, tadi dari Polda dan Bawaslu datang. Kami diminta koordinasi terlebih dahulu," terangnya.

Sesuai aturan, pihaknya tidak bisa menahan maupun membuka paket. Terkecuali ada surat resmi dari penegak hukum.

"Petugas pos tidak boleh menahan dan sebagainya. Kami juga tidak bisa membuka tanpa seizin pengirim atau penerima. Tapi ini yang mengecek penegak hukum dan ada surat resminya," ucapnya

Editor: Nanang Prasetyo

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Tabloid Indonesia Barokah Itu Masuk Wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta"