banner 468x60

Setelah Mengalami Depresiasi Sekitar 10 Persen, Rupiah Menjadi amata Uang Terburuk di Asia

banner 160x600
banner 468x60

Kabar21News, -Hari ini Mata uang Indonesia, Rupiah (IDR), menyentuh level terendah pada 19 Maret 2020 sejak krisis 1998 karena penyebaran virus corona yang begitu cepat di Indonesia. Hal itu mendorong sejumlah investor di seluruh dunia untuk mencabut aset keuangan atau investasi yang ada di Indonesia.

Rupiah terdepresiasi sekitar 3,21 persen menjadi Rp 15.712 per USD mengacu pada Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor. Tercatat, rupiah terakhir kali menyentuh level tersebut dan mencapai Rp 16.650 pada Juni 1998, setelah kerusuhan yang menyebabkan jatuhnya Presiden Soeharto yang telah memimpin Indonesia selama 32 tahun.

Media lokal asal Vietnam, Vietnam+, menyoroti rupiah yang sedang melemah. Mereka mengatakan rupiah menjadi mata uang terburuk di Asia setelah mengalami depresiasi sekitar 10 persen tahun ini, dari Rp 13.635 per USD pada 24 Januari yang saat itu merupakan mata uang terkuat di Asia.

Benchmark Jakarta Composite Index (JCI), pengukur utama Bursa Efek Indonesia (BEI), telah kehilangan 31,25 persen dari nilainya sepanjang tahun ini. Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menuturkan depresiasi rupiah juga dipengaruhi oleh fakta bahwa pemerintah terlambat mengalokasikan sejumlah besar dana dari APBN untuk mengatasi virus corona.

Karena situasi belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan, Josua mengatakan Bank Indonesia (BI) harus menjaga kontak dekat dengan investor asing untuk memberi mereka jaminan dan pada saat yang sama, melanjutkan intervensi pasar di pasar obligasi.

BI memangkas suku bunga kebijakan dan mengumumkan lima langkah untuk menstabilkan rupiah, termasuk membeli obligasi pemerintah di pasar sekunder dan memotong rasio persyaratan cadangan untuk dana dolar bank.(EP)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Setelah Mengalami Depresiasi Sekitar 10 Persen, Rupiah Menjadi amata Uang Terburuk di Asia"