banner 468x60

Pengeroyokan 2 Anggota Paspampres, Di Dekat Stasiun Pasar Senen

banner 160x600
banner 468x60

KABAR21NEWS, Jakarta -Polres Jakarta Pusat melakukan operasi preman pada Jumat (4/1/2019) setelah ada insiden pengeroyokan terhadap 2 orang Anggota Paspampres, Kopda Suraddi M. Turnip dan Praka Mahdi, di dekat Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2019).

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Roma Hutajulu, mengungkapkan bahwa operasi ini memang untuk meringkus para preman yang kerap meresahkan masyarakat, terutama karena sering meminta uang secara paksa.

"Kami lakukan operasi karena adanya informasi keresahan dari masyarakat dengan maraknya aksi premanisme. Seperti pemalakan, pemerasan," ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Jumat (4/1/2019).

Roma mengatakan, selain kepada para pengendara biasa yang melintas di kawasan Pasar Senen, para preman ini juga kerap memeras ojek online dan supir taksi online yang tengah menunggu penumpang.

Menurut Roma, dalam operasi kali ini, ada sekitar 29 orang yang diringkus karena terbukti menjadi preman di Stasiun Pasar Senen.

"Salah satu preman berinisial A tersebut ada yang membawa senjata tajam. Ini jangan sembarangan membawa sajam, karena ada UU-nya, UU Darurat Tahun 1951 tentang pembawaan sajam meski hanya untuk membela diri. Ini dilarang ya karena membahayakan," ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0501/BS Jakarta Pusat Letkol Wahyu Yudhayana, menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung pemberantasan preman di wilayah hukum Jakarta Pusat. Dengan demikian, masyarakat yang ada di Stasiun Pasar Senen bisa merasa aman dan nyaman dalam beraktifitas.

"Kita mendukung. Kita akan bersinergi terus untuk menciptakan situasi kondusif dan bebas preman," katanya.

Seperti diketahui, operasi preman ini bermula dari keributan antara anggota Paspampres Kopda Suraddi dengan seorang preman bernama Ade Rahman. Preman itu memalak Kopda Suradi, namun karena merasa ia adalah anggota TNI, Suraddi pun lalu mengatakan 'Saya anggota'.

Cekcok di antara keduanya pun tak terhindarkan, dan Kopda Suraddi meninggalkan lokasi tersebut. Karena masih kesal dengan preman yang memalaknya, akhirnya Suraddi pun pergi ke Kantor Paspampres memakai baju PDL dan membawa rekannya Praka Mahdi berpakaian sipil dan mencari preman tersebut ke Stasiun Senen.

Sekitar pukul 04.45 WIB, di depan pintu keluar Stasiun Senen terjadi perkelahian 5 orang preman dan 2 orang Paspampres. Namun kemudian, 5 orang preman tersebut kabur, 1 orang masuk ke perumahan penduduk. Kini kasus itu pun ditangani oleh Polsek Senen dan masih terus didalami penyebab pasti keributan tersebut.

Editor: Arjunaidi

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Pengeroyokan 2 Anggota Paspampres, Di Dekat Stasiun Pasar Senen"