banner 468x60

Membangun Indonesia dari pinggiran, Penguatan Ujung Timur Indonesia Melalui Sektor Pertanian

banner 160x600
banner 468x60

KABAR21NEWS, Merauke -Dinas Pertanian (Distan) Merauke, melakukan panen padi bersama di penghujung 2018 yang merupakan bagian kegiatan pengembangan padi organik, Lumbung Pangan Berorienatsi Ekspor Wilayah Perbatasan (LPBE-WP) di Kampung Wasur, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Papua, Dr. Ir. Muhammad Thamrin, M.Sc, dalam keterangan tertulis, Selasa (18/12), menyampaikan, untuk mendukung program tersebut, tahun ini Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan kegiatan pengembangan padi organik untuk Merauke seluas 800 hektare.

Lahan seluas 800 hektare tersebut, lanjut Thamrin yang juga menjadi Penanggung Jawab UPSUS Pajale Papua, disebar di delapan distrik yaitu Merauke, Naukenjerai, Semangga, Tanah Miring, Kurik, Malind, Waan, dan Sota.

Bupati Merauke, Frederikus Gebze; didampingi Thamrin, Kepala Dinas Pertanian Merauke, Edi Santoso, B.Sc, Kepala Bulog Sub Divisi Regional Merauke, Ir. Yudi Wijaya; dan Kepala Stasiun Klimatologi Tanaha Miring, Sulaiman, S.Si secara simbolis melakukan panen padi varietas Inpari 32 HDB di lahan kelompok tani Tabur Tuai, Senin (17/12) yang sehari sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan ubinan di lahan tersebut diperoleh hasil 8,04 ton per hektare gabah kering panen (GKP).

Dalam sambutannya, Frederikus Gebze menyampaikan, panen tersebut membuktikan bahwa Merauke mampu tanam-panen hingga tiga kali setahun pada lahan tadah hujan sekaligus menepis keraguan akan potensi besar Merauke.

"Tidak ada alasan tidak menanam padi pada musim kemarau. Jangan biarkan sejengkal tanah diterlantarkan tanpa tanaman. Dengan dukungan infrastruktur pengairan dan mesin olah tanah-panen yang optimal, indeks pertanaman wilayah lain dapat ditingkatkan," katanya.

Saat ini, luas baku lahan sawah di Merauke tercatat 34.357 hektare dengan luas tanam padi pada tahun 2018 mencapai 56.000 hektare. Dengan pendekatan perbaikan infrastruktur pengairan dan dukungan alat-mesin (alsin), maka indeks pertanaman dapat meningkat serta luas tanam padi setahun dapat naik 70.000-100.000 hektare.

Peningkatan luas tanam ini akan berkorelasi dengan produksi beras per tahun, surplus untuk kebutuhan lokal sehingga dibutuhkan pasar untuk beras Merauke. Papua New Guenia (PNG) yang wilayahnya berbatasan darat dengan Merauke merupakan potensi besar untuk perdagangan beras Merauke. Jarak antar kedua wilayah yang berdekatan menyebabkan efisiensi dalam pemasaran beras dan hasil pertanian lainnya.

Menurutnya, membangun Merauke, membangun Indonesia dari pinggiran, penguatan serambi ujung timur Indonesia melalui sektor pertanian. Kemajuan pangan di daerah ini menjadi penopang ketahanan pangan dari wilayah timur.

Editor: Teguh

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Membangun Indonesia dari pinggiran, Penguatan Ujung Timur Indonesia Melalui Sektor Pertanian"