banner 468x60

KPK Mengagendakan Pemeriksaan Terhadap Seorang Arsitek Pradono

banner 160x600
banner 468x60

 

Imam Nahrawi.  (Foto: Muhamad Rizky / Okezone)

Kabar21News, JAKARTA  - Tim Penyidik ​​Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Budiyanto Pradono pada hari ini, Selapeng mengelola dana hibah dari pemerintah kepada Komite Olahragasa (8/10/2019).

Pemilik Budi Pradono Arsitek akan meminta izin terkait dugaan suap Nasional Indonesia (KONI) melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menjerat mantan menpora, Imam Nahrawi.

"Yang memenangkan (Budi Pradono) dibahas dalam kapasitas sebagai pemilihan untuk tersangka IMR (Imam Nahrawi)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (8/10/2019).

Budi Pradono dalam kasus dugaan suap yang menjerat Imam Nahrawi. Namun pada 26 September lalu, penyidik ​​KPK pernah menghubungi Sekretaris Budi Pradono Arsitek bernama Intan Kusuma Dewi.

KPK sendiri telah menyetujui Imam Nahrawi sebagai tersangka melaporkan dugaan suap penyaluran dana dengan bantuan pemerintah melalui Kemenpora untuk KONI pada anggaran tahun 2018. Imam Nahrawi bertanggung jawab atas bantuan dengan bantuan pribadinya Miftahul Ulum (MIU).

Imam Nahrawi setuju menerima suap dan gratifikasi sebesar Rp26,5 miliar. Uang ini diterima dalam dua gelas.

Pertama, Imam Nahrawi menerimanya pada 2014–2018 melalui Miftahul Ulum menerima Rp14,7 miliar. Kedua, kisaran 2016–2018 sebesar Rp11,8 miliar.

Penetapan tersangka Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum merupakan pengembangan yang berkaitan dengan dugaan suap penyaluran dana hibah pemerintah untuk KONI melalui Kemenpora.

 

 

Editor: Fito Ferdiansyah

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "KPK Mengagendakan Pemeriksaan Terhadap Seorang Arsitek Pradono"