banner 468x60

KPK Kembali Menahan Satu Tersangka Kasus Dugaan Suap

banner 160x600
banner 468x60

 

Ilustrasi

Kabar21News, JAKARTA - ‎Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menahan satu tersangka kasus dugaan suap terkait dengan pemeriksaan restitusi pajak PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) tahun 2015 dan 2016. Satu tersangka tersebut yakni pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI, Hadi Sutrisno (HS).

"KPK Melakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap tersangka HS," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019).

KPK menahan Hadi Sutrisno untuk masa penahanannya pertamanya selama 20 hari ke depan. Hadi dititipkan oleh KPK di Rumah Tahanan (Rutan) Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menahan tiga tersangka dalam perkara ini. Ketiganya yakni, Kepala‎ Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing 3, Kanwil Jakarta Khusus, Yul Dirga (YD), Ketua Tim Pemeriksa Pajak PT WAE, Jumari (JU), dan anggota Tim Pemeriksa Pajak PT WAE, M Naim Fahmi (MNF).

KPK sendiri telah menetapkan lima tersangka terkait ‎kasus dugaan suap dengan pemeriksaan restitusi pajak PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) tahun 2015 dan 2016. Kelimanya yakni, Yul Dirga, Jumari, dan M Naim Fahmi.

Kemudian, Komisaris Utama PT WAE, Darwin Maspolim (DM), serta Supervisor Tim Pemeriksa Pajak PT WAE di Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing, Hadi Sutrisno.

Dalam perkaranya, Darwin diduga memberi suap sebesar Rp1,8 miliar untuk Yul, Hadi, Jumari, dan Naim. Suap itu diberikan dengan tujuan untuk menyetujui pengajuan restitusi pajak PT WAE tahun pajak 2015 sebesar Rp5,03 miliar dan tahun pajak 2016 sebesar Rp2,7 miliar.

PT WAE sendiri merupakan perusahaan penanaman modal asing yang menjalankan bisnis sebagai diler dan pengelola layanan sales, services, spare part, dan body paint untuk mobil merk Jaguar, Bentley, Land Rover, dan Mazda.

 

Editor : Fito Ferdiansyah

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "KPK Kembali Menahan Satu Tersangka Kasus Dugaan Suap"