banner 468x60

Firli Bahuri : Jika Pegawai KPK Dialihkan Status Jadi PNS, Maka Gajinya Jangan Dipangkas

banner 160x600
banner 468x60

KPK

Kabar21News, JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih, Irjen Firli Bahuri enggan mengomentari pasal dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK yang memerintahkan agar pegawai KPK dialihkan statusnya menjadi pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN).

Menurut dia, pemindahan status pegawai lembaga antirasuah itu merupakan kewenangan dari Kemenpan-RB. Namun, dia berharap jika pegawai KPK dialihkan status jadi PNS, maka gajinya jangan diturunkan alias dipangkas.

"Itu adalah kementerian yang mengatur itu. Tentu ada Menpan-RB, dan ada aturan tertentu. Prinsipnya kita ikuti seluruh aturan dan jangan pernah melanggar aturan," kata Firli Bahuri usai bertemu Presiden Jokowi di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Firli enggan menanggapi saat ditanya bagaimana bila ada pegawai KPK menolak menjadi ASN. "Aku enggak mau merespons yang saya tidak tahu. Saya tidak mau berandai-andai karena memilih itu adalah hak, pindah alih status ASN silakan, yang mau, terserah. Jangan tanya saya, saya enggak bisa jawab," tutur Firli yang baru dua hari menjabat Kabaharkam Polri.

Mantan Kapolda Sumatera Selatan itu menegaskan akan melaksanakan seluruh perintah UU saat menjabat Ketua KPK, termasuk terkait alih status pegawai KPK. Jika status pegawai KPK jadi ASN, maka Firli berharap kesejahteraannya tak diturunkan.

"Yang pasti seluruh pegawai harus tetap sejahtera, gaji enggak boleh turun. Itu yang penting," pungkasnya.

 

Editor : Fito Ferdiansyah

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Firli Bahuri : Jika Pegawai KPK Dialihkan Status Jadi PNS, Maka Gajinya Jangan Dipangkas"