banner 468x60

Dua Orang Desa Poto Dikeroyok Orang Bertopeng

banner 160x600
banner 468x60

KABAR21NEWS,-Nasib Naas yang dialami dua warga desa Poto, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, NTT, Senin (19/11/2018) malam sekitar pukul (19.00) wita. Entah apa permasalahannya sehingga keduanya dihadang lalu dianiaya sekelompok Pria bertopeng.

FF (61), dan SFE (19), warga RT 003/RW 003 Desa Poto, di aniaya sejumlah pria bertopeng desa tetangga mereka, yakni Desa Kalali. Akibatnya, SFE mengalami luka robek di lengan kiri akibat sabetan parang, sementara FF memar di wajah dan beberapa bagian tubuh.

Kejadian menurut SFE kepada awak media di rumah kerabatnya yakni di Kelurahan Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Rabu (21/112018) siang, mengatakan, awalnya FF meminta SFE menggunakan sepeda motor untuk antar guna bertemu dengan rekannya, YT di Desa tetangga, yakni Desa Kalali.

Usai bertemu YT dirumahnya, lanjut SFE, ia bersama FF hendak kembali pulang. Di perjalanan, mereka berdua di hadang puluhan orang memakai topeng. Tanpa bertanya mereka langsung di hajar oleh gerombolan bertopeng itu, sampai ia ditebas menggunakan parang hingga tangan kirinya mengalami luka serius.

“Ketong (kami) abis dari bapak YT, mau pulang. Di tengah jalan, kaget saja banyak Orang pakai topeng palang (hadang), dong sonde tanya lai langsung pukul ketong. Beta (saya) kena potong ditangan, untung beta lari,” ujar SFE berdialek Kupang, namun ia bersyukur bisa selamat kendatipun tangan kirinya luka terkena sabetan parang.

Para pelaku, kata SFE tidak ia kenali, namun sesaat sebelum Ia lari menyelamatkan diri, Ia sempat mendengar FF kemungkinan sempat mengenali beberapa Orang yang tidak memakai penutup wajah. “Pas, beta mau lari, FF sempat omong mantan Kades Kalali. Mungkin saja mantan Kades kenal itu pelaku dong,” ungkap SFE

Menurutnya, penganiayaan itu sudah di laporkan FF ke aparat Polres Kupang, sehari setelah kejadian naas tersebut sesuai surat tanda penerimaan laporan yang diperoleh media ini bernomor STBL/B/460/XI/NTT/Polres Kupang, ditandatangani Kanit SPKT III, Ipda. Yulius B. Neno.

Dia berharap, aparat Polisi mengamankan para pelaku agar bisa di proses Hukum, sebab sampai saat ini ia merasa trauma dan belum kembali ke kampung lantaran takut kejadian serupa terulang kembali. “Coba polisi su tangkap pelaku dong baik. Beta belum berani pulang kampung, sementara di keluarga rawat ini luka dong,” pungkas SFU.

Untuk sementara hingga berita ini ditayangkan, pihak Kepolisian Resort (Polres) Kupang, belum berhasil di wawancarai.

Editor: Teguh

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Dua Orang Desa Poto Dikeroyok Orang Bertopeng"