banner 468x60

Black Box Sriwijaya Air Sudah Ditemukan Tim Penyelam

banner 160x600
banner 468x60

Kabar21News -Tim penyelam TNI AL akhirnya berhasil menemukan salah satu black box Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Kepulauan Seribu.

Black box belum diketahui apakah bagian CVR atau FDR. Tim langsung membawa black box dengan menggunakan sea rider menuju ke JICT. Black box dibawa di dalam wadah plastik berwarna putih dan tutup biru.

Black box dikawal sejumlah anggota TNI AL di sejumlah sea rider menuju ke JICT.

 Black box (kotak hitam) pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dikabarkan sudah ditemukan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada Senin (11/1/2021) pagi tadi di perairan Pulau Seribu.

Dari informasi yang diperoleh MNC News Portal, temuan perangkat perekam data penerbangan atau flight data recorder (FDR) itu akan ditinjau langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di lokasi. Namun, kabar tersebut dibantah oleh pihak Basarnas.

Kepala Kantor SAR Jakarta Hendra Sudirman menyebut, pihaknya belum mendapat kabar tersebut. "Kami belum dapet informasi selaku LC (leadership coordination) laut informasi terkait dengan temuan black box, sampai saat ini saya belum terima, apa ada yang sudah terima?" ujar Hendra saat dukonfirmasi langsung.

Hendra menegaskan, sekalipun kotak hitam pesawat Sriwijaya Air tersebut sudah ditemukan, pihaknya akan terus melakukan pencarian hingga seluruh penumpang dapat diidentifikasi.

Pencarian bisa berhenti ketika pihak kepolisian yang diwakili oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) sudah mencatat semua korban atau penumpang yang tercatat sebanyak 62 orang.

"Sampe pihak kepolisian dalam hal ini adalah DVI itu menyatakan bahwa seluruh korban sudah ditemukan, sebab yang punya kewenangan untuk mengidentifikasi bahwa bagian tubuh yang sudah ditemukan itu si A nama si A itu saat ini DVI, nanti dia yang menyatakan bahwa 62 korban atau 62 POB sudah bisa teridentifikasi semua berarti clear, selanjutnya nanti LC Basarnas akan melakukan pertimbangan ke sana," kata di Keputusan untuk tetap melanjutkan pencarian korban maskapai penerbangan nasional itu didasarkan pada aturan dari International Civil Aviation Organization (ICAO) atau Organisasi Penerbangan Sipil Internasional. Dalam beleid badan dunia itu menjelaskan bahwa setiap pelaksanaan operasi yang mengakibatkan kecelakaan transportasi udara maupun laut sipil kewenangannya ada di Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas.

Meski begitu, pihak Basarnas akan tetap melakukan komunikasi oleh pihak terkait baik itu pemerintah, TNI, Polri, hingga manajemen Sriwijaya Air. "Ya tetep baguslah karena jujur saja kita dibantu kok, kita terbantu sekali dengan TNI Polri sangat terbantu sekali karena mereka juga terikat dengan undang-undang selain perang," kata dia.

(Dp)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Black Box Sriwijaya Air Sudah Ditemukan Tim Penyelam"