banner 468x60

Pemkot Solo Mengisolasi Empat Toko Yang Pernah Berhubungan Dengan Pasien Positif Corona.

banner 160x600
banner 468x60

Kabar21News, -Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah mengisolasi empat toko di Solo yang pernah berhubungan dengan pasien positif virus korona.

Diketahui pasien positif korona tersebut berprofesi sebagai pedagang, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengatakan, Pemprov Jateng telah melakukan tracking di sejumlah lokasi yang dimungkinkan berhubungan dengan pasien yang meninggal di RSUD Dr Moewardi Solo. Tracking sudah dilakukan sejak Kamis (12/3/2020).

"Kemungkinan pasien yang meninggal itu berhubungan dengan banyak orang. Karena ada beberapa toko yang ada di Solo kalau enggak salah ada empat toko. Kami minta untuk tutup. Jadi ada isolasi satu hari untuk pengecekan full dari kita pemerintah," ujar Ganjar dalam siaran langsungnya melalui akun twitter Pemprov Jateng, Jumat (13/3/220).

Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta bagi warga yang merasa berhubungan dengan pasien tersebut segera melapor ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Hal ini memudahkan Pemprov Jateng melakukan tracking.

"Kami minta bantuan pada masyarakat. Siapa tahu pernah berhubungan dan berkomunikasi (dengan pasien positif korona) laporkan saja dengan baik. Boleh dengan rumah sakit dan atau puskesmas agar kita lakukan pengecekan.

Sebelumnya, pasien yang meninggal dunia di RSUD Dr Moewardi Surakarta dinyatakan positif terjangkit virus korona. Hasil uji laboratoirum dari Kementerian Kesehatan yang baru diumumkan pada Jumat (13/3/2020).

“Iya (pasien itu positif kena korona),” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, di Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Pasien yang meninggal di RSUD Dr Moewardi yakni pria usia 59 tahun. Pemerintah masih belum memastikan pasien positif korona yang meninggal di Solo itu masuk cluster mana.

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Pemkot Solo Mengisolasi Empat Toko Yang Pernah Berhubungan Dengan Pasien Positif Corona."