banner 468x60

Pasien Corona Yang Sembuh Mengalami Penurunan 30 % Fungsi Paru paru

banner 160x600
banner 468x60

Kabar21News, - Ceria Puluhan ribu pasien di dunia sudah dinyatakan sembuh dari virus Korona. Sekalipun sudah sembuh, mereka tetap harus mengikuti protokol kesehatan agar tak tertular lagi. Bahkan, seorang ahli mengatakan beberapa pasien yang pulih dari COVID-19 menderita penurunan fungsi paru-paru.

Penurunan fungsi paru-paru ini misalnya terlihat pada pasien yang sembuh merasa terengah-engah ketika berjalan cepat. Hal itu diungkapkan Otoritas Rumah Sakit Hongkong seperti dilansir dari South China Morning Post, Minggu (15/3).

Pihak berwenang merilis temuannya pada hari Kamis (12/3), setelah mengamati kelompok pertama pasien Coronavirus yang dipulangkan. Hongkong mencatat 131 kasus positif dikonfirmasi COVID-19, termasuk tiga kasus kematian. Dari mereka, 74 pasien telah dipulangkan sementara satu lainnya juga telah pulih.

Direktur Medis dari Pusat Penyakit Menular otoritas di Rumah Sakit Princess Margaret di Kwai Chung, Dr Owen Tsang Tak-yin, mengatakan, para dokter telah melihat sekitar selusin pasien yang pulang lalu dipantau lagi kesehatannya. Dua hingga tiga pasien tidak dapat melakukan kegiatan seperti sebelumnya.

“Mereka terengah-engah jika berjalan sedikit lebih cepat,” kata Tsang pada konferensi pers hari Kamis.

“Beberapa pasien mungkin memiliki sekitar 20 hingga 30 persen fungsi paru (setelah pemulihan),” ungkapnya.

Tsang, yang juga kepala satuan tugas otoritas pada manajemen klinis infeksi, mengatakan pasien ini akan menjalani tes untuk menentukan berapa banyak fungsi paru-paru yang masih mereka miliki. Fisioterapi juga akan diatur untuk memperkuat paru-paru mereka.

Sebuah tinjauan scan paru-paru dari sembilan pasien yang terinfeksi di Princess Margaret menemukan pola yang mirip. Menunjukkan adanya kerusakan organ.

Tetapi Tsang mengatakan, efek jangka panjang pada pasien yang pulih belum dapat dipastikan. Misalnya efek fibrosis paru atau suatu kondisi di mana jaringan paru mengeras dan organ tidak dapat berfungsi dengan baik. Dia mengatakan pasien yang sudah pulang bisa melakukan latihan kardiovaskular seperti berenang untuk membantu paru-paru pulih secara bertahap

Selian itu, Rumah sakit umum kota akan melakukan uji klinis pada remdesivir, obat yang awalnya dikembangkan untuk mengobati Ebola, untuk melihat seberapa efektifnya pada COVID-19. Tsang mengatakan, obat itu sudah dikirim ke rumah sakit. Dokter akan mulai mengidentifikasi pasien yang cocok untuk bergabung dalam uji coba, yang diharapkan akan dimulai pada pertengahan bulan ini.

Dia menekankan bahwa obat itu dapat menyebabkan beberapa komplikasi, seperti mempengaruhi fungsi hati dan menyebabkan peradangan pada pembuluh darah. Pasien COVID-19 sebelumnya juga ditangani dengaj obat seperti Kaletra, obat yang awalnya untuk HIV / AIDS, Ribavirin, yang juga digunakan untuk hepatitis C; dan interferon.

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Pasien Corona Yang Sembuh Mengalami Penurunan 30 % Fungsi Paru paru"