banner 468x60

Menko PMK Usul Fatwa ke Menag, Soal nikah Yang Kaya Mencari Yang Miskin

banner 160x600
banner 468x60

Kabar21News, -Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyarankan Menteri Agama Fachrul Razi menerbitkan regulasi soal pernikahan berdampak status sosial. "Yang miskin wajib cari yang kaya, yang kaya cari yang miskin." "Jadi kalau ada ajaran agama mencari jodoh," kata Muhadjir di JIEXPO Kemayoran Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020). Saran kepada Menag tersebut, kata Muhadjir, untuk menghindari salah tafsir orang-orang tentang pernikahan yang harus setara. Menurut Muhadjir, jika penafsiran seperti itu diterapkan, maka yang miskin akan menikahi pasangannya yang miskin, begitu juga sebaliknya. "Rumah tangga Indonesia 57.116.000, dan yang miskin 9,4 persen, itu sekitar 5 juta." "Miskin itu situ sumber penyakit seperti tadi stunting," imbuhnya. Karena itulah, Kemenko PMK bersama jajaran kementerian terkait, lanjut Muhadjir, ingin menyelamatkan generasi muda yang hendak menikah atau berkeluarga. Salah satu bentuknya, program pranikah "Jadi program pranikah yang sekarang kita desain tujuannya untuk kita lacak." "Kan di Indonesia ini ada 2,5 juta perkawinan per tahun, yang 1,9 juta itu melalui Pak Menteri Agama." "Sisanya melalui catatan sipil, dan itu bisa dipastikan 10 persen adalah calon keluarga miskin, itulah yang menjadi perhatian kita," kata Muhadjir. Hal ini dilakukan agar tidak menambah daftar keluarga miskin di Indonesia. "Kita dianjurkan supaya menyelematkan yang utama itu ya keluarga." "Selamatkanlah dirimu dan keluargamu dari neraka." "Nah, neraka itu bukan hanya neraka saat mati. Neraka dunia juga, salah satunya ya sakit dan miskin." "Itu neraka dunia, jadi jangan bilang rugi di dunia enggak apa-apa, yang penting jangan rugi akhirat, itu sama-sama celakanya," beber Muhadjir. Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi menegaskan pihaknya mendukung gagasan Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) tentang kursus pranikah. Menurutnya, hal itu sejalan dengan program bimbingan perkawinan (bimwin) yang sudah diselenggarakan Kementerian Agama sejak dua tahun terakhir. "Bimbingan Perkawinan digelar untuk membekali calon pengantin dalam merespon problem perkawinan dan keluarga."

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Menko PMK Usul Fatwa ke Menag, Soal nikah Yang Kaya Mencari Yang Miskin"