banner 468x60

Jangan Biarkan Gigi Berlubang, Bisa Mengancam Jiwa

banner 160x600
banner 468x60

(Ilustrasi gigi berlubang)

KABAR21NEWS,  Gigi berlubang menjadi salah satu masalah umum yang menimpa hampir semua orang. Sayangnya, sebagian besar orang meremehkan kondisi gigi yang berlubang tersebut.

Penyebab gigi berlubang ini bisa karena berbagai hal. Mulai kebiasaan makan manis, jarang gosok gigi, penggunaan obat mengandung gula, hingga bertambahnya usia.

"Kerusakan gigi hingga berlubang disebabkan oleh bakteri yang menciptakan asam ketika kita makan makanan yang mengandung karbohidrat atau gula," jelas Carl McManama, DDS, profesor Fakultas Kedokteran Gigi di Boston University.

Semakin banyak makanan mengandung gula yang kita konsumsi, semakin leluasa bakteri menciptakan asam dan merusak gigi.

Umumnya, kata McManama, gigi berlubang tidak menimbulkan rasa nyeri di awal sehingga sulit dideteksi. Karena itu banyak yang meremehkan gigi berlubang. Padahal, efek dari gigi berlubang ini cukup menakutkan.

Bahaya Gigi Berlubang Bisa Mengancam Jiwa

Dikutip dari Reader's Digest, berikut adalah efek dari gigi berlubang jika tidak segera terdeteksi dan ditangani dengan baik.

1. Gigi Patah

Gigi patah cukup umum terjadi jika gigi berlubang besar. " Gigi yang sehat jarang patah. Tetapi jika terjadi banyak pembusukan pada gigi atau gigi memiliki tambalan yang besar dan tua di dalamnya, gigi-gigi itu lebih rentan terhadap keretakan," kata Dr. McManama.

Kebiasaan oral yang tidak terpikirkan selama ini seperti mengunyah makanan dapat menyebabkan gigi yang membusuk mudah patah. Kamu dapat memperlambat laju pembusukan dengan mengonsumsi lebih sedikit gula, menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, dan melakukan flossing.

2. Saraf Gigi Rusak

" Di tengah-tengah setiap gigi adalah tabung kecil berlubang sempit. Ini adalah tempat saraf dan pembuluh darah berada," kata Dr. McManama. " Ketika pembusukan mencapai ke pulpa [atau saraf] gigi, saat itulah pasien bisa merasakan sakit yang luar biasa."

Saat lubang mengikis lebih ke dalam gigi, rasa sakit akan berubah dari tidak nyaman menjadi sakit seharian. Kebanyakan orang menyerah ketika rasa sakitnya makin terasa dan akhirnya menjadwalkan pertemuan dengan dokter gigi. Sayang, hal ini mungkin sudah terlambat. Jika saraf gigi mulai mati, kamu mungkin memerlukan pencabutan gigi.

3. Gigi Menjadi Mati

Jika ada infeksi di saraf gigi yang disebabkan oleh pembusukan, pembengkakan dari infeksi akan memutus pasokan darah ke saraf gigi dan membunuhnya. " Ketika ada saraf yang mati, rasa sakitnya akan hilang," kata Dr. McManama. " Tapi giginya akan terus dihancurkan oleh proses pembusukan dan mungkin harus dicabut."

4. Terjadi Infeksi

Jaringan mati yang tertinggal di gigi dapat membuat tubuh rentan terhadap sejumlah abses (luka bernanah) dan infeksi. “ Racun dari jaringan yang mati mulai menginfeksi tulang di ujung akar, yang dimulai dengan peradangan,” kata Dr. McManama. " Kemudian infeksi dapat menembus ke pipi atau ke dasar mulut Anda."

Rahang dan kelenjar di sekitarnya dapat membengkak akibat infeksi, dan kamu mungkin akan terserang demam. Meskipun jarang, infeksi gigi yang parah dan tidak diobati dapat menyebabkan abses di otak yang mengancam jiwa. Penting untuk mengunjungi dokter gigi setiap enam bulan sekali sebagai langkah pencegahan terhadap gigi berlubang dan untuk mencegahnya menjadi bertambah buruk. 

editor: Akbar

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Jangan Biarkan Gigi Berlubang, Bisa Mengancam Jiwa"