banner 468x60

Gadis Lamongan Yang Mempunyai Berat Hampir 2 Kuwintal Akhirnya Putus Sekolah.

banner 160x600
banner 468x60

Silvia Dwi Susanti, gadis cantik yang obesitas tidak masuk sekolah sejak kelas 4 MI. dilansir dari TribunJatim. Jika umumnya siswa putus sekolah karena alasan biaya, tidak dengan Silvia Dwi Susanti (15), seorang gadis warga Desa Cangkring Kecamatan Bluluk, Lamongan Jawa Timur.

Silvia hanya mengenyam pendidikan hingga kelas 3 SD, setelahnya dia terpaksa meninggalkan bangku sekolah untuk selamanya.

Alasannya, ia malu dengan kondisi badannya yang terus membesar hingga obesitas hingga kini usian 15 tahun.

Saat ini timbangan badannya berbobot 2 kwintal, berat badan yang tak sebanding dengan usia dan perkembangan normal badan manusia pada umumnya.

"Saya sejak kelas 4 MI sudah tidak sekolah, malu," kata Silvia ketika ditemui wartawan di rumahnya belum lama ini.

Anak pasangan Suroso dan Misri ini terpaksa putus sekolah sejak kelas 4 MI lantaran susah berjalan dan malu dengan teman-temannya di di sekolah.

Saat itu, berat badannya mencapai 139 kg.

Kedua orang tuanya, Suroso dan Misri tak kuasa dengan keputusan putrinya untuk tidak lagi sekolah.

"Mau gimana, lha wong anaknya malu," kata Misri.

Perkembangan berat badan anaknya itu memang tidak lazim, seperti perkembangan sebayanya.

"Saya tiap hari makannya kita hanya 2 kali," ungkapnya

Usianya kini sudah 15 tahun, berat badan Silvia semakin naik hingga mencapai 197 kg.

Jangankan untuk berangkat ke sekolah bersama teman-temannya, setiap harinya Silvia hanya bisa melihat televisi di rumah.

Dia sesekali berjalan sejauh beberapa meter untuk beranjak dari tempat duduknya karena mengalami gangguan pernafasan.

Rutinitas Silvia setiap hari kini hanya menikmati program-program TV dan sesekali berjalan selama beberapa menit.

Peningkatan berat badan upnormal Silvia diketahui sejak usia 9 tahun.

Saat itu, tubuh Silvia terus membesar meski hanya makan 2 kali sehari, padahal sebelumnya, tidak ada tanda-tanda kelainan ketika Silvia dilahirkan.

Ia lahir dalam kondisi normal layaknya bayi pada umumnya, dengan berat badan kurang lebih 4 kg.

Bagaimana keluarga menyikapi kondisi Silvia ?

Diah Setyorini, kakak Silvia mengungkapkan, orang tuanya sudah berupaya melakukan pengobatan tradisional terhadap kondisi berat badan Silvia yang kian meningkat.

Sejauh ini upaya itu belum membuahkan hasil dan tubuh Silvia terus bertambah membesar.

"Yang bisa kami lakukan hanya sebatas pengobatan cara tradisional," katanya.

Diah menyadari adiknya sampai tidak mau melanjutkan pendidikan, karena saat kelas 4 MI kerap jadi ledekan teman-temannya.

Sementara menurit Misri, ibu Silvia, obesitas yang diderita anaknya itu sudah ada tanda-tanda sejak kecil.

Hanya saja, kegemukan yang dialami Silvia semakin berkembang sejak MI.

Untuk sementara, belum ada rencana untuk memeriksakan Silvia ke pengobatan modern karena Silvia masih tertutup dan malu keluar rumah.

Silvia juga masih takut jika ketemu orang asing dan orang-orang yang memakai seragam.

"Untuk sementara ini dari keluarga sudah pernah berupaya mencari obat ke Jakarta, tetapi ternyata bukan malah kurus tetapi tambah gemuk," papar Mulyono, paman Silvia.

Akibat obesitas yang dideritanya ini, kini Silvia tidak bisa menikmati masa remaja layaknya teman-teman seusianya.Pihak keluarga berharap ada bantuan dari pemerintah untuk solusi bagi Silvia.

Editor: Teguh Yoga

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Gadis Lamongan Yang Mempunyai Berat Hampir 2 Kuwintal Akhirnya Putus Sekolah."