banner 468x60

Penulis Buku Resimen Pelopor, Anton Agus Setyawan Meminta Maaf.

banner 160x600
banner 468x60

KABAR21NEWS, SOLO - Buku berjudul Resimen Pelopor disebar luas pada 2011 lalu.

Buku ini menceritakan tentang Resimen Pelopor, sebuah pasukan pembela tanah air yang lahir saat kemerdekaan Indonesia masih seumur jagung.

Namun, buku ini dikritik sejumlah pihak karena abai terhadap sejarah yang sesungguhnya.

Maka, si penulis, Anton Agus Setyawan meminta maaf.

Menggelar jumpa pers di Solo, Rabu (26/12/2018) Anton meminta maaf kepada semua pihak yang dirugikan terkait isi buku tersebut, terutama TNI dan Polri. "Saya meminta maaf apabila ada yang terganggu dengan informasi ini. Ini adalah kelalaian penulis," katanya.

Menurutnya, dalam buku tersebut ada bagian yang tak sesuai dengan sejarah yang sebenarnya.

Yakni di bab 9 buku tersebut, yang menurutnya memang mengandung informasi tak valid terkait Resimen Pelopor. "Di bab tersebut yakni resimen bentrokan dengan RPKAD (sekarang Kopassus -Red). Dalam buku ini dijelaskan terjadi bentrokan keduanya, yang membuat resimen menduduki kantor RPKAD di Cijantung pada 1968," ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut menjadi tidak valid karena sumber hal tersebut hanyalah wawancara saja.

Artinya ia mengakui tak memiliki sumber lainnya termasuk literatur dan lain-lain terkait hal tersebut. "Maka saya dan penulis satunya, Andi Muh. Darlis memutuskan menghapus cerita tersebut di edisi revisi yang dicetak pada 2013," tandas dia.

Menurutnya buku ini bukan membahas tentang pertarungan kedua kesatuan tersebut.

Tetapi lebih kepada membahas transisi struktur militer Indonesia menjelang akhir orde lama ke orde baru. "Saya tidak ada maksud lain, selain memberikan informasi terkait sejarah untuk keperluan penelitian dan lain-lain," ujarnya

Editor: Ropik

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Penulis Buku Resimen Pelopor, Anton Agus Setyawan Meminta Maaf."