banner 468x60

Mayjen (Purn) TNI Asril Hamzah Tanjung Berpendapat TNI Bukan Cemburu Sama Polri

banner 160x600
banner 468x60

KABAR21NEWS, jakarta -Rentetan dari penyerangan Mapolsek Ciracas diduga karena adanya pengeroyokan oleh juruparkir terhadap seorang perwira menengah TNI di daerah Ciracas, Jakarta Timur.

Wakil Ketua Komisi I DPR Mayjen (Purn) TNI Asril Hamzah Tanjung berpendapat hal itu dikarenakan TNI memiliki jiwa korps satuan (Korsa) yang tinggi baik kepada atasan maupun rekannya. "Banyak orang mengira tentara cemburu ke polisi karena polisi kaya-kaya, saya rasa bukan itu. Karena tentara itu jiwa korsanya sangat tinggi. Itu kalau enggak dipelihara jiwa korsanya gimana mau perang, melempem kalah terus nanti," ujar Asril kepada redaksi, Jumat (14/12). Jiwa korsa bagi anggota TNI telah dipupuk sejak masa pendidikan. Sambung Asril, hal itu dikarenakan tugas TNI untuk bertempur maka jika tidak memiliki jiwa korsa akan lemah. "Karena dia tugas utamanya perang, bertempur kalau jiwa korsanya tidak tinggi pasti kalah. Karena dia orang perang kok gimana, ya jadi pandai-pandai lah," imbuhnya.

Anggota DPR Frkasi Gerindra ini memandang sudah bentuk pelecehan jika seorang TNI berpakaian seragam dinas kemudian dipukuli oleh preman. "Kalau pakai baju preman masih masuk akal lah. Ini baju dinas lagi, loreng, bawa anak lagi. Tentara kita enggak dihargai," tandasnya.
[00:38, 14/12/2018] Ay: Politisi perempuan PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari menyambut baik sikap politik Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie yang ingin melarang poligami aparatur sipil negara (ASN). Eva mengaku setuju dengan alasan pelarangan yang dipaparkan PSI, yaitu untuk menghindari ketidakadilan terhadap kaum perempuan. “Bagus, itu sebenarnya sikap resmi negara RI sebelum dibatalkan,” kata anggota Komisi XI DPR tersebut dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (13/12). Namun demikian, dia tidak setuju dengan ide PSI merevisi UU 1/1974 tentang Perkawinan untuk mewujudkan gagasan monogami. Menurutnya, pelarangan itu cukup dengan menggunakan surat keputusan menteri. “Jadi nggak perlu dengan mengubah UU karena hal itu bisa diatur di SK menteri,” terangnya.

Lebih lanjut, Eva menegaskan bahwa partainya belum menentukan sikap dalam kasus ini. Namun begitu, dia menggarisbawahi bahwa dirinya akan turut ambil bagian dalam upaya memperjuangkan perempuan agar tidak dirugikan dan laki-laki tidak berperilaku sewenang-wenang. “Ikuti saja tuntunan agama, suami jangan sewenang-wenang alias berkeadilan gender,” demikian Eva.

Editor: Arjunaidi

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Mayjen (Purn) TNI Asril Hamzah Tanjung Berpendapat TNI Bukan Cemburu Sama Polri"