banner 468x60

KPAI Kecam Polsek Johar Yang Gunduli Pelaku Tawuran

banner 160x600
banner 468x60

Kabar21News, Jakarta -Polsek Johar Baru tangkap 9 remaja pelaku tawuran di wilayahnya. Untuk memberikan efek jera para pelaku digunduli dan dikembalikan ke orang tua. Namun, tindakan tersebut dikecam oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan yang dilakukan aparat melanggar hak anak. Ia menilai hal itu sama saja mempermalukan anak.

“Kalau ditanya pandangan kami, ya, itu pelanggaranlah. Enggak boleh mempermalukan anak. Itu masuk mempermalukan anak,” kata Retno di kantor KPAI, Jakarta, Selasa (23/7).

Menurut Retno untuk memberikan efek jera sebaiknya anak dihukum sesuai aturan yang berlaku. Ia mengatakan anak dapat dihukum lewat sistem peradilan anak.

“Jadi kalau dia salah hukum sesuai aturan. Tapi bukan berarti dia bisa dipukuli, dia boleh dipermalukan dengan dibotaki. Enggak boleh, itu mempermalukan anak,” kata Retno.

Menurutnya polisi yang melakukan tindakan tersebut dapat dihukum jika ada orang tua yang melaporkannya. Namun, kebanyakan orang tua takut jika berurusan dengan aparat.

“Korban juga takut karena dia juga melakukan pidana. Kan kita harus paham juga ya, melapor aparat itu kan tidak semua berani,” kata Retno.

Sebelumnya G, A, M, A, P, S, R dan D ditangkap jajaran Polsek Johar Baru karena terlibat tawuran dengan kelompok lain pada Senin (22/7). Polisi tidak menghukum pidana para pelaku yang masih berusia di bawah 17 tahun itu, mereka hanya membuat surat perjanjian dengan polisi dan digunduli.

"Sebagai hukuman kami langsung potong rambut anak-anak pelaku tawuran hingga dibotakin. Lalu pelaku tawuran dipulangkan ke orang tuanya," kata Kapolsek Johar Baru Kompol Endy Mahandika dalam keterangan tertulis, Selasa (23/7).

Editor: Toni

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "KPAI Kecam Polsek Johar Yang Gunduli Pelaku Tawuran"