banner 468x60

Ketua Dewan Presidium 212 Akan Dipolisikan Oleh Bawaslu

banner 160x600
banner 468x60

KABAR21NEWS, surakarta -Ketua Umum Presidium Alumni 212 Slamet Ma’arif akan dilaporkan ke kepolisian oleh Badan Pengawas Pemilu karena diduga melanggar aturan kampanye ketika menjadi orator dalam acara tabligh akbar di Bundaran Gladak, Kelurahan Kedunglumbu, Kecamatan Pasarkliwon, Solo, Jawa Tengah, pada 13 Januari 2019.

Komisioner Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Kota Solo Poppy Kusuma telah melakukan pertemuan kedua dengan petugas Penegakan Hukum Terpadu Kota Solo pada Kamis (31/1/2019), sore.

“Selama empat jam kita berdiskusi membahas data, bukti permulaan dan keterangan para saksi ahli, disimpulkan bahwa apa yang dilakukan terlapor (Slamet Ma’arif) memang ada unsur dugaan tindak pidana pemilu,” kata dia.

Itu sebabnya, langkah ke polisi akan ditempuh. Sesuai dengan aturan, bawaslu harus meneruskan berkas ke kepolisian dalam waktu 1x 24 jam.

“Rencananya besok (hari ini) sekitar pukul 14.00 berkasnya kami limpahkan ke penyidik Polri,” ujar Poppy.

Setelah resmi dilaporkan ke kepolisian, proses kasus ditangani penyidik dengan waktu kerja 14 hari, kemudian beralih ke Kejaksaan Negeri Solo dalam hal ini memiliki waktu lima hari untuk meneruskan kasus tersebut ke pengadilan negeri.

“Proses persidangannya pun bisa dilakukan dengan sistem in abesentia atau tanpa kehadiran terlapor,” kata dia.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Solo Komisaris Fadli belum bisa memberikan penjelasan sebelum mendapatkan laporan dari bawaslu.

“Kalau dari kita tentunya siap (melakukan penyidikan) tapi kita harus menunggu pelimpahan dulu, untuk menentukan pasal yang dilanggar dan kapan akan memanggil semua pihak,” kata Fadli.

Slamet Ma'arif memenuhi panggilan komisioner Bawaslu Kota Solo untuk dimintai keterangan pada 13 Januari 2019. Dia diperiksa kurang lebih dua jam.

"Ada sekitar 35 pertanyaan yang ditanyakan selama klarifikasi tadi. Yang intinya menanyakan kehadiran saya di acara tersebut dan apa yang saya sampaikan terkait dugaan pelanggaran kampanye saat tabligh akbar," kata Slamet Ma'arif usai diperiksa.

Dia diundang ke Solo pada waktu itu sebagai ketua umum dan di sana dia bertausiah.

"Karena diundang sebagai ketua umum PA 212 dan acara tersebut adalah acara tabligh akbar untuk alumni 212 sehingga saya berbicara diinternal kami sendiri sebab dimanapun semua juga tahu jika acara tersebut tabligh akbar 212," kata dia.

Dalam pemeriksaan tadi, dia mempertanyakan pengertian kampanye. Bawaslu mendasarkan argumentasi pada Pasal 1 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

"Setelah saya mendengarkan pengertian kampanye, maka kesimpulannya bahwa apa yang saya sampaikan di acara tabligh akbar tanggal 13 Januari sama sekali tidak ada unsur kampanye. Karena saya bukan peserta pemilu, tidak menyampaikan visi dan misi paslon tertentu, saya tidak menyampaikan citra diri juga orang lain. Dan saya tidak pernah menyebutkan nama, tidak menyebutkan nomor urut, tidak pernah menyebutkan kertas suara, tidak pernah menyebutkan program kerja serta nomor urut. Artinya berdasarkan undang-undang RI tentang pengertian kampanye, insyaallah apa yang saya sampaikan tidak memenuhi unsur kampanye," katanya.

Setelah pemeriksaan hari ini, dia yakin tidak akan diperiksa lagi. Tapi kalau nanti dipanggil, dia akan kooperatif.

"Menurut kami sudah cukup hari ini, tapi itukan haknya bawaslu. Mereka setelah ini kan pasti pleno untuk menentukan hasilnya, mudah-mudahan ini sudah selesai sudah tidak perlu klarifikasi lagi," kata dia. 

Editor: Tri Syamsudin Nur

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Ketua Dewan Presidium 212 Akan Dipolisikan Oleh Bawaslu"