banner 468x60

Kerajaan Arab Saudi Wajibkan Rekam Biometrik untuk Visa, Travel Umroh: Menyulitkan Calon Jemaah

banner 160x600
banner 468x60

KABAR21NEWS, Pekanbaru -Pihak travel umroh mengaku keberatan dengan rekam biometrik untuk syarat visa. Menurut pihak travel, hal tersebut akan menyulitkan dan menambah beban calon jemaah umroh.

Demikian disampaikan oleh perwakilan travel NSK grup, Ibnu Santo. Kepada wartawan Ibnu mengatakan jemaah akan kesulitan sekali jika harus bolak balik dari kampung ke Pekanbaru untuk rekam biometrik (sidik jari dan retina) di Visa Facility Services (VFS) TasHeel.

"Karena syaratnya visa, itu harus rekam biometrik di VFS TasHeeel. Sekarang pikir, jemaah harus datang dari daerah untuk paspor, nanti jemaah datang lagi untuk suntik, jemaah datang lagi untuk rekam biometrik. Berarti 3 kali jemaah dari daerah bolak balik ke Pekanbaru," ujar Ibnu, Jumat 21 Desember 2018.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Ibnu, calon jemaah akan sangat disulitkan, terutama calon jemaah yang berasal dari daerah pesisir dan pedalaman. Belum dihitung dari jumlah dana yang dihabiskan untuk bolak balik ke Pekanbaru tersebut.

"Berapa juta biaya yang dikeluarkan hanya untuk mondar-mandir. Menyulitkan jemaah. Kalau kita dari pihak travel sulit tidak apa-apa, tapi kalau jemaah?" tambah dia.

Rekam biometrik ini sendiri adalah kebijakan dari Arab Saudi. Setiap jemaah yang mengajukan visa, harus terlebih dahulu melakukan perekaman biometrik melalui VSF TasHeel

Editor: Azhar

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Kerajaan Arab Saudi Wajibkan Rekam Biometrik untuk Visa, Travel Umroh: Menyulitkan Calon Jemaah"