banner 468x60

Gunung Merapi Memperlihatkan Aktifitas, Masyarakat Klaten Tak Resah

banner 160x600
banner 468x60

KABAR21NEWS, Klaten -“Masyarakat yang masuk KRB, seperti Desa Balerante, Sidorejo, dan Tegalmulyo Kabupaten Klaten, diminta tetap menjalankan aktivitasnya, tetapi juga tetap menjaga kewaspadaan dengan kegiatan ronda malam,” kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten Dodhy Hermanu di sela acara Konferensi Pers terkait perkembangan aktivitas Merapi, di Klaten, Jumat (8/2). Dodhy Hermanu Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta telah merilis atas kejadian guguran lawan pijar Gunung Merapi, pada Kamis (7/2), sekitar pukul 18.30 WIB.

Pada kejadian guguran lawa pijar Gunung Merapi tersebut sejauh sekitar 2 kilometer ke arah Kali Gendol. Namun, kejadidan semalam itu, yang paling panjang dibanding sebelum-sebelumnya. “Namun, sesuai perkembangan aktivitas Gunung merapi itu, status tetap waspada, dan tidak membahayakan dan terkendali. masyarakat diimbau tetap tenang dan teta[ penjaga kewaspadaan,” kata Dodhy.

Guguran kembali terjadi di Gunung Merapi. Akun Twitter resmi BPPTKG, @BPPTKG menyebutkan telah terjadi awan panas guguran pada pukul 18.28 WIB. Awan panas guguran teramati di Gunung #Merapi pukul 18.28 WIB, dengan jarak luncur 2 km ke arah hulu Kali Gendol, amplitudo 70 dengan durasi 215 detik. #statuswaspada, tulis BPPTKG yang diunggak sekitar pukul 19.00 WIB.

Pada postingan berikutnya, BPPTKG menyatakan aktivitas tersebut berpotensi menimbulkan hujan abu di wilayah lereng gunung. Awan panas guguran dan guguran lava berpotensi menimbulkan hujan abu, sehingga #Warga Merapi diharap tetap tenang serta selalu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.

Editor: Indra

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Gunung Merapi Memperlihatkan Aktifitas, Masyarakat Klaten Tak Resah"