banner 468x60

Banjir Jogja Membuat 5 Ribu Orang Mengungsi

banner 160x600
banner 468x60

KABAR21NEWS,  JOGJAKARTA -Hujan deras yang mengguyur DIY sejak Minggu (17/03) menyebabkan sejumlah titik terdampak banjir dan longsor.

Hingga kini, setidaknya 2 orang dilaporkan meninggal dunia dan 3 lainnya hilang.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana menjelaskan bahwa sedikitnya 4.917 jiwa yang terdampak banjir.

"Tapi saat ini sebagian warga sudah kembali ke rumahnya masing-masing, sebagian di antaranya masih bertahan di pos pengungsian," ujarnya.

Menurut Biwara Yuswantana, pemerintah telah berupaya melakukan pertolongan penyelamatan sampai ke tahap evakuasi di titik aman.

"Dukungan layanan kesehatan, pemenuhan logistik dan peralatan masih terus dilakukan hingga sekarang seperti air bersih, pakaian hangat, terpal, alas tidur, selimut, dapur umum, obat-obatan, alat-alat untuk kebersihan dan kerja bakti," terangnya.

Tak hanya membuat nyaris 5 ribu warga mengungsi, banjir juga mengakibatkan kompleks pemakaman raja-raja Yogyakarta di Imogiri, Bantul, DIY longsor.

Menurut saksi mata yang merupakan abdi dalem makam raja Imogiri, Joko Nugroho, peristiwa longsor terjadi pada Minggu (17/03).

"Tanah longsor berada di sisi barat area bangunan calon makam HB X dengan lebar areal sekitar 50 meter dan kedalaman lebih dari 100 meter," ujarnya.

Penyebabnya diperkirakan karena fondasi tak mampu menahan air yang tanah yang terus-menerus tergerus.

"Kejadian longsor waktu malam dan berdampak pada bangunan warga di bawahnya," imbuhnya.

Tidak hanya longsor yang terjadi di sisi barat bangunan, retakan juga tampak dari bagian depan pintu makam Hamengkubuwono ke-IX.

Lokasi longsor ini juga berdampak pada pemukiman di Dusun Kedung Buweng, Wukirsari, Imogiri.

Longsoran tanah mengakibatkan jurang yang cukup dalam ke arah Dusun Kedung Buweng.

Sebuah ekskavator terlihat dioperasikan guna menyingkirkan material dan longsoran tanah. (Eri)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Banjir Jogja Membuat 5 Ribu Orang Mengungsi"