banner 468x60

Sebuah Pabrik Terbakar Milik Warga Muslim di bagian utara Kolombo, Ibu Kota Sri Lanka

banner 160x600
banner 468x60

KABAR21NEWS,  -Kekerasan anti-Muslim masih berlanjut di Sri Lanka meski jam malam diberlakukan. Sebuah pabrik milik warga Muslim di bagian utara Kolombo, Ibu Kota Sri Lanka.

Dalam sebuah rekaman yang diterbitkan oleh BBC hari Selasa (14/5), pabrik, yang terletak di Kota Minuwangoda 35 kilometer (22 mil) timur laut Ibu Kota Kolombo, terlihat hangus oleh kobaran api, sementara api terus membakar di salah satu ujung bangunan.

Insiden itu terjadi satu hari setelah seorang pria Muslim berusia 45 tahun tewas oleh gerombolan yang menggunakan pedang yang menyerang toko pertukangannya di distrik Puttalam.

Kerusuhan Senin mendorong pemerintah untuk memberlakukan jam malam nasional lainnya dan memblokir sementara media sosial.

Uskup Agung Sri Lanka Kardinal Malcolm Ranjith mengutuk peristiwa serangan anti-Islam di seluruh negara itu setelah insiden serangan bom Minggu Paskah 21 April lalu. Ranjit menyerukan semua kelompok etnis dan agama di negara tersebut untuk bersatu.

“Jangan takut akan serangan jahat seperti itu dan bersabarlah,” kata Ranjith seolah ingin menghibur kaum Muslim Sri Lanka.

“Kita harus membangun Sri Lanka baru, tempat semua ras dan agama hidup bersama,” kata Ranjith dikutip Dailysabah, merujuk pada populasi negara Tamil, Muslim, Kristen, Budha dan Hindu.

Pihak berwenang hingga kini telah menangkap 74 orang, termasuk tiga pemimpin NGO yang terlibat dalam peristiwa kekerasan atau melakukan ujaran kebencian sehingga mendorong orang lain melakukan kejahatan di kota Minuwango, Matara dan Puttalam.

Sebelum ini, kelompok-kelompok anti-Islam menghancurkan masjid dan toko-toko Muslim di Kota Chilaw.

Ketegangan telah meningkat di negara pulau Samudra Hindia yang mayoritas penduduknya beragama Buddha itu sejak serangan bom 21 April oleh tujuh pembom yang menyerang dua gereja Katolik dan satu gereja Protestan dan tiga hotel mewah.

Kelompok Daesh mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, yang dilakukan oleh kelompok teror setempat.

Masjid dan properti milik Muslim di negara itu telah banyak diserang, terutama oleh umat Buddha Sinhala. Muslim di Sri Lanka merupakan sekitar 9% dari populasi 21 juta orang dan sebagian besar tinggal di bagian timur dan tengah pulau.

Sri Lanka memiliki sejarah kelam ketegangan masyarakat. Selama lebih dari seperempat abad itu terlibat dalam perang saudara ketika pemberontak Macan Tamil berjuang untuk menciptakan negara merdeka bagi etnis minoritas Tamil.

Ketika konflik berakhir 10 tahun yang lalu, perkiraan konservatif AS mengatakan sekitar 100.000 orang telah terbunuh.

Editor: Rizky F

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Sebuah Pabrik Terbakar Milik Warga Muslim di bagian utara Kolombo, Ibu Kota Sri Lanka"