banner 468x60

Presiden Filipina Duterte Rencananya Mengganti Nama Filipina

banner 160x600
banner 468x60

KABAR21NEWS,  Bukan Presiden Rodrigo Duterte namanya jika tidak bikin sensasi. Setelah berbagai umpatannya yang terkenal, Duterte kini mengejutkan publik dengan rencananya mengganti nama Filipina.

Diberitakan media Filipina ABS CBN News, rencana ini disampaikan Duterte dalam pidatonya di provinsi Maguindanao, selatan negara itu, Senin (11/2). Duterte mengatakan ingin meneruskan rencana mendiang pemimpin Filipina Ferdinand Marcos untuk mengganti nama Filipina menjadi lebih Melayu, yaitu "Maharlika".

"Suatu saat ini, mari kita ganti (namanya)," kata Duterte.

"Marcos benar. Dia ingin menggantinya menjadi Maharlika, Republik Maharlika, karena itu bahasa Melayu yang artinya tenang dan damai," lanjut dia lagi.

Menurut Duterte, nama "Filipina" diberikan oleh penjajah Spanyol atas perintah Raja Philip II pada abad ke-16. Ketika itu penjelajah Spanyol Ruy Lopez de Villalobos menamainya “Las Islas Filipinas”.

Penggantian nama Maharlika awalnya juga diajukan oleh Senator Eddie Ilarde. Menurut dia arti Maharlika adalah "Dibangun dengan mulia". Padahal menurut sejarawan, artinya bukan itu, melainkan "orang yang bebas".

Media Filipina juga mengatakan, sejarah tidak pernah mencatat adanya kerajaan bernama Maharlika di Asia Tenggara.

Namun mengganti nama negara tidak semudah membalik telapak tangan. Menurut juru bicara Presiden, Salvador Panelo, negara membutuhkan undang-undang baru dan persetujuan publik melalui referendum untuk mengubah nama Filipina.

"Kita lihat bagaimana isu ini berkembang. Dia (Duterte) seperti biasanya hanya mengutarakan idenya," kata Panelo dikutip dari Philstar.

Duterte memang dikenal gampang melontarkan kata-kata kontroversial. Saat ini, dia tengah cekcok dengan gereja Katolik Filipina karena sering menghina pastur.

Editor: Gilang Ramadhan

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Presiden Filipina Duterte Rencananya Mengganti Nama Filipina"