banner 468x60

Pemerintahan Otonomi Rejova Akan Membentuk Sebuah Pengadilan Khusus Untuk Mengadili Jihadis Asing

banner 160x600
banner 468x60

Kabar21News, -Pemerintahan otonomi Kurdi di wilayah utara dan timur Suriah (Rojava) Maret mendatang mulai mengadili lebih dari seribu jihadis asing bulan depan.

Kepala Biro Luar Negeri Pemerintahan Otonomi Rojava Abdul Karim Umar menjelaskan pihaknya akan membentuk sebuah pengadilan khusus untuk mengadili jihadis asing tanpa mempedulikan apakah negara dari jihadis bersangkutan mau terlibat atau tidak dalam proses peradilan itu.

"Tidak ada negara bertindak untuk memulangkan warganya menjadi anggota ISIS juga tidak ada pembentukan pengadilan internasional jadi kami memutuskan untuk mulai mengadili jihadis ISIS luar negeri pada Maret 2020," kata Abdul Karim, seperti dilansir Rojava Information Center.

Saat ini terdapat lebih dari seirbu jihadis ISIS dalam tahanan Kurdi di wilayah otonomi Rojava. Selain itu, ada sekitar 9.500 anak anggota ISIS asing, kebanyakan berumur di bawah lima tahun, dan empat ribu perempuan asing terlibat ISIS.

Pemerintahan otonomi Rojava tidak memberlakukan hukuman mati. Vonis bagi anggota ISIS bervariasi mulai 1-20 tahun penjara, tergantung tingkat kesalahan mereka.

Sejauh ini, pengadilan di Rojava telah mengadili tujuh ribu anggota ISIS lokal dan enam ribu anggota ISIS setempat lainnya masih menunggu untuk diadili.

Tahun ini, baru 500 orang-orang terlibat ISIS dipulangkan ke negara asal mereka.

Secara keseluruhan terdapat sekitar 14.500 jihadis ISIS asing dan keluarga mereka dalam tahanan dan kamp di Rojava, utara Suriah.

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Pemerintahan Otonomi Rejova Akan Membentuk Sebuah Pengadilan Khusus Untuk Mengadili Jihadis Asing"