banner 468x60

Letnan Kelly Ondo Pimpin Kudeta Republik Gabon

banner 160x600
banner 468x60

KABAR21NEWS, -NYALI Letnan Kelly Ondo Obiang dari satuan Garda Nasional Republik Gabon – negara di belahan barat Afrika – agaknya cukup tangguh, buktinya berani-beraninya perwira pertama itu memimpin kudeta untuk menggulingkan pemerintah negaranya.

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh Radio Nasional Gabon dari ibukota, Libreville, Senin pagi (07/1) waktu setempat, Letnan Obiang mengumumkan aksi mereka untuk membentuk dewan restorasi nasional.

Obiang beralasan, pihak militer meragukan kemampuan Presiden Ali Bongo yang mengalami stroke saat melawat Arab Saudi Oktober lalu dan sampai kini masih dirawat di Rabat, Maroko untuk memimpin negaranya.

Sejumlah perwira junior mengklaim, sekelompok prajurit mencoba melancarkan kudeta dalam upaya mengembalikan demokrasi di Gabon, dari cengkeraman rezim Ali Bongo yang sudah berkuasa di negara kaya minyak itu sejak 50 tahun terakhir.

Ali Bongo sendiri adalah presiden ketiga Gabon yang berkuasa sepeninggal ayahnya, Omar Bongo pada 2009 – presiden kedua yang berkuasa sejak 1967 – menggantikan pendahulunya, presiden pertama, Leon Mba (dari 1961 hingga meninggal pada 1967). Gabon memperoleh kemerdekaan dari Perancis pada 1960.

Namun dalam hitungan jam, pasukan pemerintah berhasil mengatasi situasi dan merebut kembali stasiun Radio Nasional Gabon di ibukota, Libreville yang sebelumnya digunakan Letnan Obiang menyiarkan pengambilalihan kekuasaan sepihak oleh militer (Senin pagi (07/1) waktu Gabon).

Jubir pemerintah Gabon, Guy-Bertran Mapangou seperti dikutip Anadolu (KB Turki) menyebutkan, situasi sudah berhasil dipulihkan, sedangkan pimpinan kudeta, Obiang berhasil ditangkap saat bersembunyi di kolong tempat tidur. Dua anak buahnya ditembak mati.

Sementara itu Perancis mengutuk percobaan kudeta di bekas koloninya itu dan meminta sekitar 9.000 warganya yang berada di Gabon untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah.

“Kami mengutuk segala upaya untuk mengubah pemerintah di luar aturan konstitusi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis, Agnes von der Muhll dalam sebuah pernyataan seperti ditulis Reuters Senin (7/1).

Sementara itu, Ketua Komisi Uni Afrika (UA) Faki Mahama dalam pernyataannya juga melontarkan kecaman keras atas upaya kudeta di Gabon dan menegaskan, pihaknya tidak mengakui pergantian pemerintahan yang dilakukan secara paksa.

“UA mengutuk keras upaya kudeta pagi ini di Gabon. Saya menegaskan kembali penolakan total UA terhadap perubahan pemerintahan yang tidak konstitusional,” kata Mahamam, melalui akun Twitternya.

Di era now dan demokratisasi ini, aksi-aksi kekerasan untuk menjatuhkan pemerintahan bakal ditentang, selain oleh rakyat sendiri, juga komunitas internasional.

Editor: Wira Adi P

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Letnan Kelly Ondo Pimpin Kudeta Republik Gabon"