banner 468x60

Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Elite Quds Iran, Meninggal Dalam Serangan Udara Amerika Serikat (AS)

banner 160x600
banner 468x60

 

Foto / AP

Kabar21News, TEHERAN  - Jenderal Qassem Soleimani, komandan pasukan elit Quds Iran, tewas bersama enam orang lain dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) di Bandara Internasional Baghdad, Irak, Jumat (3/1/2020).

Mengutip Al Jazeera, Soleimani sangat populer di dalam dan luar negeri karena memimpin pasukan Pengawal Revolusi Iran dan berperan penting dalam perang di Suriah dan Irak.

Dia menjadi salah satu tokoh sentral dalam menyebarkan pengaruh Iran di Timur Tengah.

Soleimani selamat dari beberapa upaya pembunuhan oleh agen-agen Barat, Israel dan Arab selama dua dekade terakhir.

Pendakian ke kekuasaan

Soleimani menjadi kepala Pasukan Quds pada 1998. Dengan jabatannya itu, ia memperkuat hubungan Iran dengan Hizbullah di Libanon serta kelompok milisi Presiden Suriah Bashar al Assad dan Syiah di Irak.

Ia menjadi pusat perhatian saat muncul bersama Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan para pemimpin Syiah lainnya.

Di bawah kepemimpinan Soleimani, Pasukan Quds memperluas kekuatannya, dengan meningkatkan pengaruh besar dalam bidang intelijen, keuangan, dan politik di luar perbatasan Iran.

Keluarga miskin

Soleimani berasal dari latar belakang yang sederhana, lahir dari keluarga miskin di Iran timur.

Sejak berusia 13 tahun, Soleimani sudah mulai bekerja untuk membantu keluarganya, menghabiskan waktu luang dengan mengangkat beban dan menghadiri khotbah Khamenei. Ia juga merasakan revolusi Iran pada 1979.

Suleimani hanya menjalani pelatihan militer selama enam minggu sebelum dikirim bertempur di Provinsi Azerbaijan Barat, Iran.

Saat masa perang Iran-Irak pada 1980-1988, Soleimani dianggap pahlawan nasional karena misi yang dipimpinnya berjalan sukses di perbatasan Irak.

Senjata di Irak dan Suriah

Dalam masa pembentukan kembali pemerintah di Irak pada 2005 pasca-jatuhnya Saddam Husein, pengaruh Soleimani meluas ke politik Irak di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Irak Ibrahim al-Jaafari dan Nouri al-Maliki.

Sedangkan dalam perang saudara di Suriah yang pecah pada 2011, Soleimani memerintahkan beberapa milisi Iraknya ke Suriah untuk membantu pemerintahan Assad.

Upaya pembunuhan

Soleimani pernah dikabarkan tewas beberapa kali, termasuk dalam kecelakaan pesawat 2006 yang menewaskan pejabat militer lainnya di Iran barat laut dan setelah pemboman 2012 di Damaskus yang menewaskan pembantu pembantu Presiden Suriah Bashar Assad.

Pada November 2015, beredar desas-desus bahwa Soleimani terbunuh atau terluka parah saat memimpin pasukannya bertempur di sekitar Aleppo, Suriah.

Pada Oktober 2019, Iran mengatakan pihaknya telah menggagalkan komplotan gabungan agen Israel dan Arab untuk membunuh Soleimani.

 

Editor: Fito Ferdiansyah

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Elite Quds Iran, Meninggal Dalam Serangan Udara Amerika Serikat (AS)"