banner 468x60

Bill Gates dalam Prediksinya, pandemi berikutnya bisa 10 kali lebih buruk dari covid-19

banner 160x600
banner 468x60

Kabar21News, -Bill Gates mengeluarkan ramalan yang hawanya negatif. Prediksinya, pandemi berikutnya bisa 10 kali lebih buruk dari covid-19. Dunia disebut bakal ambyar

Gates menjelaskan bahwa menghentikan pandemi berikutnya akan membutuhkan pengeluaran puluhan miliar dolar setahun.

Seluruh pemerintahan di dunia harus terus berinvestasi dalam alat ilmiah yang membantu dalam krisis.

Karenanya, saat pandemic berikutnya muncul, dia memprediksi dunia akan ambyar. Tak ada satu pun manusia yang siap untuk itu.

Meski demikian, Gates berharap situasi ini akan berubah dalam beberapa tahun. Peluangnya tetap ada selama obat-obatan, tes, vaksin, epidemiologi, dan respons terhadap pandemi bisa lebih baik.

“Pandemi ini buruk. Tapi pandemi di masa depan bisa 10 kali lebih serius,” kata Bill Gates, seperti dikutip dari Reuters.

Aura mengerikan ini tidak disusun dengan asal-asalan. Dengan mutasi dan evolusi virus, pandemi berikutnya sangat mungkin bisa membuat dunia sempoyongan.

Jejaknya bisa diihat dari penyebaran virus corona. Saat ini saja, dunia sudah dibuat kacau.

Lockdown di mana-mana. Pembatasan aktivitas di mana-mana. Ekonomi pun tumbang. Pengusaha hotel, mal dan transportasi banyak yang bangkrut.

PHK massal terjadi di mana-mana. Belum lagi korban jiwa yang tinggi. Di mana-mana kuburan penuh. DI mana-mana rumah sakit penuh. Semua dibuat sengsara.

Bayangkan kalau nantinya pandemi berdampak 10 kali lebih buruk. “Ancaman pandemi berikutnya akan selalu berada di atas kepala kita, kecuali dunia mengambil langkah-langkah untuk mencegahnya,” ujarnya.

Lantas, apa yang harus filakukan untuk mencegah pandemi berikutnya? “Dunia perlu menggandakan investasi dalam penelitian dan pengembangan serta mengembangkan kemampuan baru dan belum pernah ada,” ujarnya

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Bill Gates dalam Prediksinya, pandemi berikutnya bisa 10 kali lebih buruk dari covid-19"