banner 468x60

Arkeolog Temukan Bukti Baru Terkait Pembantaian Di Polandia 5000 Tahun Yang Lalu

banner 160x600
banner 468x60

Kabar21News, -Arkeolog menemukan fakta baru terkait kerangka-kerangka yang kebanyakan terdiri dari wanita dan anak-anak yang ditemukan
Pada 2011 lalu, pada saat itu sekelompok arkeolog Polandia menemukan kuburan massal berusia 5.000 tahun yang berisi 15 orang.

Para arkeolog mengungkap bahwa 15 orang yang dikubur itu merupakan satu keluarga besar. 15 orang itu dimakamkan dengan sangat hati-hati, dan para ibu ditempatkan di sebelah anak-anaknya.

Untuk mengungkap hal itu, para arkeolog melakukan analisis DNA pada setiap kerangka yang ditemukan. Mereka kemudian menemukan adanya hubungan kekerabatan dari 15 orang tersebut, dan ini menciptakan peluang untuk mengidentifikasi para pelaku kekerasan.

Dalam riset ini, para ilmuwan mengurutkan genom dari 15 kerangka yang ditemukan. Ternyata 15 kerangka itu terdiri dari 5 perempuan dewasa, 4 laki-laki dewasa, 2 anak perempuan, dan 4 anak laki-laki. Yang termuda adalah anak laki-laki yang berusia antara 1,5 hingga 2 tahun. Analisis menunjukkan bahwa keluarga itu memiliki mata cokelat, rambut cokelat atau pirang, dan kulit sawo matang hingga gelap.

Tim peneliti menemukan bahwa para korban itu adalah bagian dari keluarga besar yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Secara total, ada empat keluarga, kebanyakan ibu dan anak.

“Kerabat dekat yang dikubur satu sama lain. Seorang ibu dikubur memeluk anaknya, dan saudara kandung ditempatkan berdampingan,” tulis para peneliti dalam makalah hasil riset mereka yang telah dipublikasikan di jurnal PNAS pada 6 Mei 2019, seperti dilansir Newsweek. “Jelas, mereka dimakamkan oleh orang-orang yang telah mengenalnya dengan baik, dan dengan hati-hati menempatkan mereka di kuburan sesuai dengan keluarga masing-masing.”

Tim peneliti juga mengidentifikasi adanya luka di masing-masing individu tersebut. Semua ditemukan memiliki luka pada bagian kepala atau tengkorak.

Luka ini menunjukkan bahwa mereka mati dibunuh dengan pukulan keras di kepalanya. “Secara keseluruhan, melihat dari cederanya, hampir dipastikan tidak ada parry fracture (fraktur akibat tangkisan, misalnya cedera berkelanjutan pada anggota tubuh bagian atas) yang menunjukkan bahwa setiap individu ditangkap dan langsung dieksekusi, bukan terbunuh lewat pertarungan tangan kosong,” tulis para peneliti.

Para ilmuwan menduga, 15 orang itu terbunuh dalam sebuah pembantaian ketika para pria di keluarga meninggalkan mereka.

Kuburan massal di Polandia ini sendiri dikaitkan dengan budaya Globular Amphora yang berada di Eropa Tengah selama Zaman Perunggu. Kuburan massal yang diduga milik keluarga kelompok Globular Amphora ini diperkirakan dibuat antara tahun 2880-2776 Sebelum Masehi, yang merupakan masa menjelang akhir dari kebudayaan tersebut.

Selain kelompok Globular Amphora, pada masa tersebut juga berkembang kelompok Corded Ware. Bahkan kelompok Corded Ware ini yang kemudian mendominasi wilayah Eropa pada masa berikutnya.

Budaya Globular Amphora dan Corded Ware kemungkinan besar telah bertemu satu sama lain, tapi belum diketahui hubungan seperti apa yang terjadi di antara kedua kelompok ini.

Para peneliti menduga pembantaian pada keluarga ini mungkin dilakukan oleh anggota kelompok Corded Ware selama melakukan ekspansi. Namun, menurut mereka, masih belum jelas apa alasan dari pembantaian tersebut.

Editor: Beni Wiryawan

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Arkeolog Temukan Bukti Baru Terkait Pembantaian Di Polandia 5000 Tahun Yang Lalu"